Geluti Bisnis dengan Semangat Samurai - Presiden Direktur & CEO PT Rakuten MNC-Indonesia: RYOTA INABA

NERACA

Ditemui di Gedung MNC Tower, pria kelahiran Kota Saitama, Jepang, 10 Agustus 1972 ini, tampil bersemangat. Berkemeja hitam, Ryota Inaba yang berperawakan atletis ini lekas berjabat tangan, “Welcome to Rakuten,” ucapnya dengan senyum mengembang kepada Neraca.

Keramahan Presiden Direktur dan CEO PT Rakuten MNC-Indonesia seketika begitu terasa. Maklum, Ryota yang akrab disapa Popeye karena tubuhnya yang kekar adalah sosok yang mewakili Rakuten Inc, sebuah perusahaan raksasa yang dinakhodai Hiroshi Mikitani asal Kobe, Jepang. Pada tahun 2011 lalu, Rakuten Inc mampu meraup keuntungan hingga U$14 miliar.

Bermarkas di Rakuten Tower, Tokyo, Jepang, bersama sekitar 10.000 pegawainya, Rakuten Inc tampil sebagai perusahaan terkemuka di Negeri Sakura. Kiprahnya via internet merambah dalam pelbagai bisnis berbendera Rakuten Ichiba (e-commerce), Rakuten Travel, Rakuten Securities, Rakuten Card (credit card), Rakuten Bank, Edy (e-money) hingga bisnis olah raga professional.

Bahkan perusahaan yang mewajibkan pegawainya piawai berbahasa Inggris ini berencana memperluas bisnis e-commerce di 4 negara lainnya dari 14 negara yang sudah dikembangkan di Benua Amerika, Eropa dan Asia-Oceania, termasuk menyelami bisnis e-book untuk menarik pecinta bacaan melalui sistem download bagi konsumennya.

Sebelum pindah ke Indonesia, ucap Popeye bercerita, dia bekerja di Rakuten Inc sebagai general manager.

“Saya harus melalui 7 kali interview hingga akhirnya dipercaya memimpin pengembangan perusahaan Rakuten di Indonesia,” ucap pria yang mempersunting Momoko, perempuan cantik yang telah dikaruniai tiga orang anak ini.

“Saya suka dengan Indonesia begitupun dengan anak dan istri saya. Mereka suka makanan khas Indonesia, ” ucapnya yang lantas memboyong keluarganya ke Jakarta sejak tahun 2011 lalu.

Perjalanan karier penggemar dunia fotografi ini diawali pada tahun 1995, setelah ia memperoleh gelar sarjana di bidang Manajemen dari Universitas Negeri New York, lalu melanjutkan pascasarjana sebagai Master of Arts dalam Manajemen Internasional dari University of Texas pada tahun 1997.

Popeye memulai karier sebagai Manager di SBC Internet (sekarang AT & T Internet) di Dallas, Texas sebelum pindah dan dipromosikan sebagai Direktur di Perusahaan Overhead Door, perusahaan bernilai US$ 700 juta di Dallas, Texas, Amerika Serikat.

Pada 2002, dia memutuskan untuk kembali ke Jepang dan bekerja sebagai Direktur Pemasaran pada perusahaan Black & Decker di Tokyo, dan kemudian dia pindah dan bergabung dengan perusahaan Adidas di Jepang sebagai Division Manager. Cukup dengan pengalaman dari perusahaan asing, dia memutuskan bergabung pada Rakuten Inc sebagai general manager, hingga akhirnya Popeye dipercaya memimpin Rakuten di Indonesia sebagai Presiden Direktur dan CEO Rakuten Belanja Online.

Rakuten Belanja Online (RBO) Indonesia adalah perusahaan joint venture antara Rakuten, Inc (Rakuten) dan PT Global Mediacom Tbk (MNC Group), perusahaan media asal tanah air untuk meluncurkan sebuah pusat perbelanjaan via internet.

Menurut Popeye, Indonesia merupakan pasar e-commercial yang sangat potensial, “Banyak orang menyukai peralatan elektronik terbaru dan canggih dalam hal teknologi. Dan saya melihat hal ini sebagai sebuah peluang untuk dapat memenuhi kebutuhan gadget konsumen Indonesia yang berkualitas dengan layanan yang sangat mudah dan praktis,” ujarnya.

Ia memprediksikan pada tahun 2016, ada sebanyak 175 juta pengguna internet di Indonesia, yang akan berdampak pada peluang bisnis belanja online yang akan terus berkembang, terlebih dengan perbaikan infrastruktur jaringan internet yang terus diperbaiki. “Besar harapan kami bila Rakuten dapat memberi yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Sejak kali pertama diluncurkan, RBO memiliki traffic yang cukup tinggi, bahkan pada periode yang sama, transaksi telah mencapai 20 kali lipat termasuk pencapaian jumlah item yang tersedia.

Dari semula hanya 40.000 item yang diperdagangkan, saat ini sudah mencapai 200.000 item dengan pelbagai kategori. Pencapaian ini tentu saja menarik pebisnis ritel di Indonesia untuk menggandeng Rakuten.

“Sampai saat ini, Rakuten telah memiliki sekitar 300 merchant dengan peningkatan 20 hingga 30 merchant per bulan,” ungkap Popeye. Seperti Sony, Panasonic, Martha Tilaar, Mustika Ratu, Yamaha, Fuji Film, Pocari Sewat, Best Denki, Electronic Solution, dan beberapa merchant lainnya.

“Kami sangat puas dengan capaian ini,” ungkapnya tersenyum. Untuk wilayah Indonesia, jelas Popeye, Jakarta memiliki pertumbuhan yang paling besar dibandingkan dengan lainnya, namun berangsur beberapa daerah lainnya sudah mulai meningkat.

Sukses Rakuten bukan tanpa kendala. Kata Popeye, pengetahuan seputar internet dan membangun kepercayaan pelanggan tentang produk online merupakan hal yang harus diperhatikan dan terus dibangun.

“Bergabungnya beberapa brand besar Indonesia,” kata Popeye, telah memberi dampak positif dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat berbelanja online melalui Rakuten.

“Namun kami akan terus berjuang dalam meningkatkan layanan terbaik layaknya seorang samurai,” ungkapnya penggemar pelbagai ilmu beladiri ini bertekad.

Related posts