Saham BISI dan POOL dalam Pengawasan BEI

Lantaran mengalami peningkatan harga diluar kewajaran, pergerakan saham PT Bisi Internasional Tbk (BISI) dan PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) masuk dalam pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama BEI Ito Warsito menjelaskan, kedua saham tersebut telah mengalami peningkatan harga dan peningkatan aktivitas transaksi di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (unusual market activity/UMA). "Perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas transaksi saham ini," kata Ito, Rabu (18/7).

Maka untuk itu, bursa telah meminta konfirmasi pada 5 Juli dan jawaban perseroan telah diumumkan pada 10 Juli. Sementara untuk POOL, Ito mengatakan, informasi terakhir yang dipublikasikan yakni pada 13 Juli lalu.

Untuk itu, investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perseroan atas konfirmasi bursa, mencermati kinerja perseroan serta keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perseroan dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari.

Sebagai informasi, pertumbuhan laba PT Bisi International Tbk (BISI) sebesar 62,86% atau menjadi Rp 68,6 miliar di kuartal I 2012 dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 42,12 miliar

Presiden Direktur BISI Jemmy Eka Putra pernah bilang, pertumbuhan laba bersih didorong kenaikan penjualan. "Selama kuartal pertama ini, kondisi cuaca juga cukup baik sehingga penjualan benih naik,"ujarnya..

Selain itu, sepanjang Januari-Maret 2012, produsen benih tanaman pangan dan hortikultura ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 276,8 miliar. Jumlah tersebut naik 18,28% dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 234,01 miliar.

Produk benih jagung BISI 222 menjadi primadona yang terbukti mampu mengangkat penjualan benih perusahaan. Pasalnya, benih jagung merupakan produk utama perusahaan. (bani)

BERITA TERKAIT

Nilai Transaksi Saham Sepekan Naik 3,07%

NERACA Jakarta – Sepekan kemarin, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan rata-rata frekuensi transaksi sebesar 5,53% menjadi 464,93 ribu…

BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok - Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah

‎BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah NERACA Depok - ‎Badan…

Berharap Dana Riset dan Pengembangan Swasta

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef, Centre of Innovation and Digital Economy Seminggu ini publik dihebohkan oleh salah satu cuitan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…