Penyaluran Kredit Danamon Tumbuh 26%

Kamis, 19/07/2012

NERACA

Jakarta—PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengungkapkan pertumbuhan kredit perseroan banyak didukung oleh segmen kredit mass market. Kredit ini meliputi kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods) dan pembiayaan syariah beragunan emas. "Meski pertumbuhan kredit sedikit di bawah angka industri di level 26 %, tapi pertumbuhan laba kami tetap terjaga," kata Chief Financial Officer Bank Danamon Vera Eve Lim di Jakarta, Rabu (18/7)

Pertumbuhan kredit perseroan hanya naik 19 % dari Rp 92,7 triliun menjadi Rp 110,4 triliun. Kredit ini terdiri dari kredit mass market yang naik 20 % menjadi Rp 64 triliun. Kredit ini mengontribusikan sekitar 58 % terhadap total kredit perseroan. Sementara kredit usaha kecil menengah (UKM) dan Komersial naik 20 % menjadi Rp 28 triliun atau sekitar 25 % dari total portofolio kredit perseroan.

Pembiayaan alat berat melalui unit bisnis Asset Based Financing (ABF) naik 64 % menjadi Rp 5,6 triliun. Sedangkan kredit korporasi naik 13 % menjadi Rp 13 triliun. Kredit trade finance naik 55 % menjadi Rp 6,5 triliun. "Rasio kredit bermasalah (NPL) turun dari 2,9 % menjadi 2,5 %," tambahnya.

Di sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 12 % dari Rp 83,5 triliun menjadi Rp 93,3 triliun. Di sisi giro naik 35 % menjadi Rp 14 triliun, tabungan 13 % menjadi Rp 24 triliun dan deposito naik 7 % menjadi Rp 56 triliun. Pendapatan non bunga naik 23 % menjadi Rp 2,2 triliun yang disebabkan karena kenaikan pos-pos pendapatan khususnya dari kredit dan pendapatan dari bancassurance. "Pendapatan dari kredit telah tumbuh 21 % menjadi Rp 1,6 triliun," tambahnya.

Hingga Juni 2012, rasio kecukupan modal (CAR) perseroan naik menjadi 18,8 %, dari 14 % di tahun lalu. Sementara standalone CAR naik menjadi 18,1 % dari 12,1 % di tahun lalu. **ria