Penyaluran Kredit Danamon Tumbuh 26%

NERACA

Jakarta—PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengungkapkan pertumbuhan kredit perseroan banyak didukung oleh segmen kredit mass market. Kredit ini meliputi kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods) dan pembiayaan syariah beragunan emas. "Meski pertumbuhan kredit sedikit di bawah angka industri di level 26 %, tapi pertumbuhan laba kami tetap terjaga," kata Chief Financial Officer Bank Danamon Vera Eve Lim di Jakarta, Rabu (18/7)

Pertumbuhan kredit perseroan hanya naik 19 % dari Rp 92,7 triliun menjadi Rp 110,4 triliun. Kredit ini terdiri dari kredit mass market yang naik 20 % menjadi Rp 64 triliun. Kredit ini mengontribusikan sekitar 58 % terhadap total kredit perseroan. Sementara kredit usaha kecil menengah (UKM) dan Komersial naik 20 % menjadi Rp 28 triliun atau sekitar 25 % dari total portofolio kredit perseroan.

Pembiayaan alat berat melalui unit bisnis Asset Based Financing (ABF) naik 64 % menjadi Rp 5,6 triliun. Sedangkan kredit korporasi naik 13 % menjadi Rp 13 triliun. Kredit trade finance naik 55 % menjadi Rp 6,5 triliun. "Rasio kredit bermasalah (NPL) turun dari 2,9 % menjadi 2,5 %," tambahnya.

Di sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 12 % dari Rp 83,5 triliun menjadi Rp 93,3 triliun. Di sisi giro naik 35 % menjadi Rp 14 triliun, tabungan 13 % menjadi Rp 24 triliun dan deposito naik 7 % menjadi Rp 56 triliun. Pendapatan non bunga naik 23 % menjadi Rp 2,2 triliun yang disebabkan karena kenaikan pos-pos pendapatan khususnya dari kredit dan pendapatan dari bancassurance. "Pendapatan dari kredit telah tumbuh 21 % menjadi Rp 1,6 triliun," tambahnya.

Hingga Juni 2012, rasio kecukupan modal (CAR) perseroan naik menjadi 18,8 %, dari 14 % di tahun lalu. Sementara standalone CAR naik menjadi 18,1 % dari 12,1 % di tahun lalu. **ria

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

Minat Investasi Syariah di DIY Tumbuh Signifikan - Pasar Sukuk Selalu Oversubscribe

NERACA Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tren pertumbuhan investor pasar modal syariah di daerah…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Dorong Penetrasi Asuransi, Insurance Day Digelar di 18 kota

      NERACA   Jakarta - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyelenggarakan peringatan hari asuransi atau Insurance Day 2018. Perayaan…

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

OJK Ikut Bangun 1.000 Unit Hunian Sementara

    NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan siap membangun 1.000 unit hunian sementara…