Bank Cari Mitra Bukan Identik Bermasalah

NERACA

Jakarta—Pencarian mitra strategis yang terkait peluang 13 bank di Indonesia dinilai tidak selalu identik dengan bank bermasalah karena mereka telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). "Kami meluruskan ini sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda atas hasil riset kami," kata Deputi Direktur KATADATA, Ade Wahyudi di Jakarta,18/7

Menurut Ade, hasil riset lembaga itu menyebutkan bahwa rencana pemberlakuan Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait pembatasan kepemilikan saham bank akan menimbulkan konsekuensi bank-bank lokal skala kecil untuk mencari mitra sebagai calon investor strategis. “Tidak tertutup kemungkinan ada bank-bank yang kecil dan sehat tetapi menjadi target akuisisi atau menjadi incaran investor,” tambahnya.

Dari penilaian yang dilakukan, kata Ade lagi, lembaga itu menyimpulkan setidaknya terdapat 13 bank yang berpotensi mencari mitra untuk pengembangan bisnis bank di masa depan. Fokus penilaian ditujukan pada bank dengan nilai aset di bawah Rp50 triliun, dengan catatan bank asing dan campuran dikeluarkan dari penilaian.

Pertimbangannya adalah kategori bank pada level ini merupakan yang paling mungkin mencari mitra strategis. Sementara untuk bank asing dan bank campuran dikecualikan karena ada kepentingan induk yang membuat peluang mencari mitra strategis kecil.

Ke-13 bank itu tidak berarti merupakan bank yang tidak sehat karena sejumlah indikator terukur telah memenuhi batas ketentuan minimal yang ditetapkan oleh BI seperti ketentuan tentang rasio kecukupan modal (CAR) minimal sebesar 8,0% dan rasio kredit bermasalah maksimal 5,0%

Lembaga analisis dan publikasi data bisnis, finansial dan ekonomi Indonesia itu menyebutkan, ke-13 bank dimaksud adalah Bank Antardaerah, Bank Artha Graha Internasional, Bank Mutiara, Anglomas Internasional Bank, Bank Kesejahteraan Ekonomi, Bank Mayora, Bank Multi Arta Sentosa, dan Bank Pundi Indonesia.

Selain itu Bank Sahabat Sampoerna, Bank Victoria Internasional, Bank Yudha Bhakti, Prima Master Bank, dan Bank DKI. "KATADATA tidak pernah menyebutkan ke-13 bank itu sebagai bank bermasalah, tetapi sebagai bank yang berpotensi untuk mencari mitra dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di bisnis perbankan, baik di level domestik maupun global," paparnya

Selain itu riset KATADATA berfokus pada peluang di balik rencana PBI dan bukan riset tentang bank bermasalah. **cahyo

BERITA TERKAIT

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…

Gandeng Tiga Bank Syariah - Pertamina Siapkan Payroll Bagi Karyawan

NERACA Jakarta- PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran personal karyawan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…