Pasar SOHO Dinilai Belum Menjanjikan - Bisnis Properti

NERACA

Jakarta - Konsultan properti Jones Lang LaSalle menilai peluang pasar hunian properti high rise berkonsep Small Office Home Office (SOHO) untuk dapat berkembang pesat di Indonesia nampaknya belum menjanjikan. Pasalnya, konsep ini terhitung masih sangat baru diserap dalam bisnis properti Tanah Air.

Head of Research, Jones Lang LaSalle Indonesia Anton Sitorus mengatakan, konsep SOHO ini masih sangat baru di Indonesia, dan sudah ada yang terbukti gagal. "Konsep SOHO pertumbuhannya masih sangat baru di Indonesia, belum terbukti juga pasarnya. Soalnya jaman sekarang kan orang lebih mengenal konsep ruko atau rukan. Dan terbukti sudah ada yang gagal hingga akhirnya gonta ganti konsep," katanya di Jakarta, Rabu (18/7).

Anton mengungkapkan, perbedaan karakteristik masyarakat Indonesia berbeda dengan masyarakat luar yang sudah lama mengenal konsep SOHO sebagai tempat hunian dan tempat kerja, merupakan salah satu kendala mengapa menurutnya hunian SOHO ini masih belum terlihat perkembangannya. "Budaya kita masih beda, berbeda dengan orang jepang atau Singapura. Orang kita masih lebih memilih ruko untuk dijadikan tempat usaha kecil-kecilan. Karena ruko sifatnya landed dan makin hari harganya bisa terus naik," ujar Anton.

Dia menambahkan, SOHO akan bisa berkembang di dalam negeri, juga tergantung pada kebutuhan masyarakat. "Yang paling penting juga, orang kan lebih memilih tempat usaha yang mudah diakses. Nah, sekarang kita pasti lebih memilih bisa langsung parkir mobil pas di depan ruko, ketimbang harus masuk dalam gedung tinggi, cari parkir dulu keliling. Itu kan lebih sulit. Jadi, kebiasaan masyarakat kita juga belum bisa menerima gaya seperti SOHO itu," papanya.

Untuk membangun tempat hunian sekaligus tempat kerja, Anton menyarankan lebih baik membangun di kawasan CBD. "Masih ada alternatif lain lah, jika mau membangun hunian sekaligus tempat kerja. Dan jika ingin membangun SOHO, maka bangunlah di kawasan CBD, biar lebih prosperktif. Jangan di pinggiran kota, nanti siapa juga yang mau ke sana," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa pengembang properti besar, seperti Agung Podomoro Group, Ciputra, dan Bakrieland saat ini tengah menggarap proyek SOHO di beberapa titik di Jakarta. Dengan anggapan, SOHO dinilai oleh kalangan pengembang akan menjadi sebuah tren baru dalam sektor hunian. Dengan sasaran utamanya adalah kalangan professional muda di perkotaan, yang cenderung bergaya hidup serba instan dan praktis.

SOHO dinilai sebuah solusi tepat untuk menghadapi semakin mahalnya ruko dan lahan di kota yang kian terbatas. Kedua asumsi di atas, tentu saja berbeda. Namun, jawabannya nanti baru bisa dilihat, setelah proyek SOHO yang direncanakan tersebut terealisasi.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Serius Kembangkan Industri Manufaktur NERACA

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut aktif meningkatkan investasi masuk ke Indonesia, khususnya di sektor industri manufaktur. Langkah strategis…

3 Solusi KKP Berantas Illegal Fishing

NERACA Jakarta - Ikan merupakan salah satu alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein manusia dan menjaga ketahanan pangan dunia. Namun,…

Indonesia Mengajak India Berinvetasi Mengembangkan Industri Gula

NERACA New Delhi  – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mendorong Asosiasi Pabrik Gula India (Indian Sugar Mills Association/ISMA) untuk berinvestasi di…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Indonesia Menjadi Negara Maju, AS Keluarkan Kriteria Baru Negara Berkembang

NERACA Jakarta - US Trade Representative (USTR) memperketat kriteria negara berkembang yang berhak mendapatkan pengecualian de minimis dan negligible import…

LPDB Sebut KUD Tani Jaya Jadi Koperasi Percontohan

NERACA Mojokerto - Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Jaya di Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur, menjadi contoh bagi koperasi lain di…

Krakatau Steel Siap Restrukturisasi

NERACA Jakarta – Demi mendukung kinerja, PT Krakatau Steel (persero) Tbk melakukan restrukturisasi bisnis, dan diharapkan akan selesai di September…