Pertamina Fokus Cegah Api Menjalar ke Tangki 31 - Kebakaran Kilang Cilacap Masih Terjadi

NERACA

Hingga Selasa petang (5/4), kebakaran di Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah milik Pertamina masih terjadi. Dilaporkan api kembali menyala di tangki 31 T-7 sehingga Pertamina memusatkan perhatian mencegah api menjalar ke tangki di sekitarnya. Petugas pemadam pun melakukan pendinginan dan proteksi terhadap tangki terdekat yaitu tangki 32 T 104.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun, sejumlah alat seperti Fire Truck Ladder atau snorkel dan alat lainnya digunakan maksimal untuk membentuk tirai air di tangki 32 T-104 sehingga dapat menahan hawa panas. Proses proteksi dan pendinginan dilakukan untuk menjaga suhu tangki tersebut di bawah 50 derajat celcius.

“Pada saat yang bersamaan, Pertamina juga terus mengupayakan pemadaman terhadap tangki 31 T-7 dengan menggunakan foam secara terus menerus. Saat ini tinggi kobaran api di tangki itu sudah mulai berkurang,” kata Harun dalam siaran pers yang diterima Neraca, Selasa kemarin (5/4). Pihaknya juga terus menambah pasokan foam dari beberapa lokasi dan menjaga suplai air dalam jumlah besar sehingga bisa memenuhi kebutuhan operasional terminator.

Sebelumnya, api di tangki tersebut sudah berhasil dipadamkan pada pukul 10.35 WIB. Namun karena angin yang cukup besar membuat fluida panas yang tersisa di dalam tangki 31 T-7 memecah foam yang sudah menutupi permukaan fluida sehingga api kembali berkobar pada pukul 12.00 WIB. Tangki 31 T-7 merupakan tangki terakhir yang terbakar setelah sebelumnya tangki 31 T-2 dan tangki 31 T-3 sudah padam sejak Sabtu dini hari (2/4).

Pemadaman ini dibantu dengan menggunakan Terminator Canon Foam yang mulai dilakukan pada Selasa pagi. Terminator Canon Foam yang mampu menyemprotkan campuran foam dan air dengan daya lontar hingga 3.500 galon per menit ini membutuhkan foam sekitar 24 ton per jam dan suplai air dari 2 jalur pipa. “Pasokan foam terus ditambah dengan mendatangkan stok dari beberapa daerah, termasuk dari Jakarta sebanyak 25 ton,” papar Harun.

Pertamina juga menegaskan proses pemadaman dan pendinginan yang hingga kini terus dilakukan tidak terganggu oleh gempa berskala 7,1 Skala Ritcher yang terjadi di Cilacap pada Senin kemarin atau pada hari kedua kebakaran.

Terkait pasokan BBM, Harun memastikan ketersediaan stok yang berada di level normal. Terminal Lomanis juga masih beroperasi untuk memasok BBM ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sebelumnya, Pertamina juga telah mengalirkan produksi kilang ke Terminal Transit Lomanis yang terdiri dari Minyak Tanah sebesar 7.300 KL, Premium sebesar 13.000 KL dan Solar 28.000 KL.

Dari Terminal Transit Lomanis BBM ini selanjutnya disalurkan melalui pipa ke depot Padalarang, Ujung Berung, Tasikmalaya, Rewulu, dan Depot Teras. Pertamina menjamin pasokan BBM dalam kondisi aman dengan volume stok premium, solar dan kerosin (Minyak Tanah) dijaga pada level 3,2 juta KL. Untuk Avtur mulai dikapalkan sejak Senin (4/4) sebesar 17.000 KL ke Depot Manggis, Bali dan Soekarno Hatta.

Related posts