Jakarta Bakal Punya 250 Gedung Pencakar Langit di 2020

Pasar Properti Makin Bergeliat

Kamis, 19/07/2012

NERACA

Jakarta - Pasar properti diperkirakan akan terus tumbuh didukung dengan pembangunan gedung-gedung pencakar langit (skycrapers) di ibu kota yang akan terus dilakukan. Hal itu disebabkan oleh membaiknya ekonomi Indonesia yang cenderung stabil sejak ditempa krisis pada tahun 1998 lalu. Ditambah lagi dengan kelompok middle class yang meningkat. Bahkan, diperkirakan pada tahun 2020, jumlah gedung pencakar langit di Jakarta akan mencapai 250 gedung.

Hal tersebut dikatakan Kepala Analis Jones Lang LaSalle Anton Sitorus. Dia menjelaskan, sejak tahun 2009, gedung pencakar langit di Jakarta bertambah 35 gedung atau naik 87,5% sebanyak 40 gedung menjadi 75 gedung di tahun 2012 ini.

Menurut dia, yang mendororong dibangunnya skycrapers di Jakarta, kata Anton, adalah semakin mahalnya harga tanah di Jakarta dan masalah prestise. “Harga tanah di Jakarta sudah mahal, kalau bisa bangun lebih tinggi kan keuntungannya bisa lebih besar,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (18/7).

Dia memprediksikan, pada tahun 2020 nanti, jumlah gedung pencakar langit di ibu kota akan mencapai 250 gedung atau naik 233% dari posisi saat ini. "Angka ni sudah sama dengan di Amerika yang saat ini mereka punya 250 gedung pencakar langit. Kita akan sama dengan mereka, dengan catatan mereka tidak membangun," ujarnya.

Dia menjelaskan, nantinya total 250 gedung ini tidak hanya berupa gedung perkantoran. “Gedung-gedung ini tidak hanya sebatas kantor, ada juga seperti kondominium, hotel, ataupun mix used. Seperti contoh yang sudah ada bisa kita lihat pada Pakubuwono, Kempinski, dan The Plaza,” jelasnya.

Pada tahun 2012 ini, jumlah gedung pencakar langit Jakarta masih termasuk 50 besar di dunia. Dari paparannya, Dubai mempunyai 150 gedung, Hongkong 300 gedung, New York 250 gedung. "Saat ini posisi Indonesia (Jakarta) 50 besar. Bangkok masih dua kali lipat indonesia. Singapura sedikit lebih banyak dari Bangkok," tambahnya.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai cukup menarik banyak minat investor. Tidak hanya investor kecil, investor besar juga sudah kembali ke Indonesia dan mendorong pertumbuhan korporasi dan membantu perbanyaknya permintaan gedung kantor.

Ekonomi juga sudah jauh lebih baik, pertumbuhan permintaan juga meningkat. Dan ini dikatakan awal dari the next property boom. "Pertumbuhan perkantoran ini luar biasa, dan developer sudah ancang ancang buka ke gedung perkantoran," tuturnya.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, gedung pencakar langit atau skycrapers akan dibangun dan menjadi tertinggi nomor lima di dunia akan dibangun disekitar kawasan SCBD, Jakarta. "Tahun 2020, The Signature Tower, gedung paling tinggi nomor lima di dunia dengan tinggi mencapai 638 meter. Dibangun di daerah SCBD," ungkap Anton.

Selain di Indonesia, pada tahun 2020 akan ada bangunan atau gedung paling tinggi di dunia teranyar yang dinamakan Kingdom Tower yang tingginya mencapai 1 kilometer yang terletak di Jeddah, Arab Saudi. "Paling atas siang bisa matang, malam bisa beku," katanya.

Saat ini gedung paling tinggi di dunia adalah gedung Burj Khalifa di Dubai yang tingginya mencapai lebih 800 meter dan diikuti gedung Ping An Finance Center di Shenzen China dengan ketinggian mencapai 660 meter. "Di Indonesia saat ini gedung paling tinggi itu BNI 46, Menara BCA, serta Equity Tower," pungkasnya.