Penjualan Sepeda Motor Turun 8,7%

Semester I-2012

Kamis, 19/07/2012

NERACA

Jakarta - Penjualan sepeda motor nasional pada semester I-2012 ini baru mencapai 3,7 juta, jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan semester I-2011 yang mencapai 4 juta unit. Jika dihitung penjualan sepeda motor turun 8,7%.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengungkapkan “Pasar sepeda motor nasional pada semester I-2012 mampu menembus Rp40,7 triliun. Sedangkan penjualan sepeda motor di pasar domestik pada periode Januari sampai dengan Juni 2012 mencapai 3.702.354 unit, turun 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4.056.075 unit,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (18/7).

lebih jauh lagi, Gunadi menuturkan, PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan produsen yang mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan dari 2.099.349 unit menjadi 2.101.881 unit. “Pangsa pasar Honda naik signifikan menjadi 56,8% di semester I 2012 dibandingkan semester I tahun 2011 yang hanya 51,8%,” ujarnya.

Dari enam agen pemegang merek (APM) yang memasarkan produknya di Indonesia, hanya dua merek yang mengalami penurunan, yaitu Yamaha dan TVS. “Penurunan terbesar terjadi pada merek TVS, sekitar 16,4% dari 4,99 ribu unit di kuartal I-2011 menjadi 4,17 ribu unit pada Januari-Maret 2012. Penjualan Yamaha juga terkoreksi 15% menjadi 712 ribu unit dari 841 ribu unit,” ujarnya.

Sedangkan merek Kawasaki tercatat menorehkan pertumbuhan penjualan tertinggi sebesar 27% menjadi 31,49 ribu unit pada kuartal I-2012 dari 24,80 ribu unit pada kuartal I-2011. “Kenaikan penjualan juga terjadi pada Honda dan Suzuki masing-masing sebesar 7,45% dan 3,9%,” tandasnya.

Di tempat berbeda, General Marketing PT Asean Motor International PT Asean Motor International Redy Sun, dalam gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2012, PT Asean Motor International, selaku agen resmi pemegang merek sepeda motor APP KTM di Indonesia, berhasil menorehkan penjualan 400 unit. "Selama PRJ 2012 ini kami berhasil menjual kurang lebih di angka 400 unit. Ini sangat tinggi walaupun tidak sesuai target," kata Redy.

Menurut Redy, dari total keseluruhan penjualan di PRJ 2012, 70% nya didominasi oleh varian Gajah atau motor tiga roda. Sisanya dipegang oleh varian matik Milan dan Paris. Sementara untuk kombinasi antara konsumen yang membeli secara cash dan kredit, didominasi oleh pembeli tunai sebesar 60%. Hanya 40% untuk konsumen yang membeli kredit. "Konsumen kami karena kebanyakan di bidang niaga jadi lebih banyak yang tunai dibanding kredit. Varian Gajah dibanderol Rp17,8 juta, sedangkan varian matik dibanderol Rp9,6 juta," beber Redy.

Redy menambahkan, konsumen di PRJ yang membeli kebanyakan orang-orang yang memiliki usaha, baik dibidang industri besar maupun industri kecil. "Konsumennya bervariasi, ada dari pengusaha optik keliling, material hingga ke usaha rumah makan keliling," tandasnya.

Turunkan Penjualan

Sementara itu, Presiden Direktur Wahanaartha Group Robbyanto Budiman mengungkapkan, kebijakan penaikan uang muka kendaraan bermotor yang akan diterapkan pada Juni 2012 diperkirakan akan menurunkan angka penjualan sepeda motor pada kuartal III tahun ini.

Pemerintah menurut rencana akan menaikkan uang muka kendaraan bermotor roda dua menjadi 25% pada Juni 2012 untuk meningkatkan kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit dan menekan angka kredit bermasalah.

Saat ini, hanya dengan uang Rp500.000 konsumen dapat membawa pulang kendaraan bermotor roda dua. Namun, dipastikan hal tersebut tidak dapat dilakukan jika kebijakan penaikan uang muka tersebut diberlakukan.

Robbyanto memprediksi angka penurunan penjualan sebesar 20% – 30% secara nasional jika kebijakan penaikan uang muka itu diterapkan. Wahanaartha adalah perusahaan distributor kendaraan bermotor roda dua merek Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang.

Lebih jauh lagi Robbyanto mengatakan penaikan uang muka menjadi faktor yang cukup mengkuatirkan bagi penurunan penjualan sepeda motor, dibandingkan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Dia pesimistis realisasi target penjualan sepeda motor nasional sebesar 8,6 juta unit kendaraan tahun ini akan tercapai. Tahun lalu, berdasarkan catatan AISI, 8,2 juta unit sepeda motor berhasil terjual.

Menurut Rubbyanto saat ini banyak perusahaan pembiayaan gencar mendorong penjualan sepeda motor dengan uang muka rendah sebelum diberlakukannya kebijakan tersebut. Namun, menurut Rubbyanto, hal tersebut harus disikapi dengan hati-hati agar tidak menjadi bumerang jika terjadi kredit macet yang dapat berimbas ke perusahaan distributor.