Kompetisi Film Pendek Berskala Internasional.

NERACA

Melalui Kid Witness News (KWN), ajang kompetisi internasional bagi anak bangsa melalui film dokumenter, Panasonic mengasah kreativitas anak bangsa dalam menciptakan video film pendek yang berskala internasional.

Setelah berhasil menggelar kompetisi Kid Witness News tahun 2011 lalu, kali ini program Kid Witness News (KWN) 2012 mengusung tema “Uniknya Duniaku”, di mana para murid usia 10-15 tahun di seluruh Indonesia berkesempatan untuk berkompetisi secara nasional dan internasional melalui 4-5 menit film pendek mengenai hal yang menginspirasi hidupnya.

“Kami ingin mengedukasi dan meningkatkan kemampuan kreativitas anak bangsa melalui kompetisi KWN tahun ini. Kami telah menjalankan program ini sejak 2004 dan hanya sekali Indonesia menang ke skala internasional,” ujar Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Istiqlal Taufik.

Tahun lalu, lebih dari 500 peserta di seluruh Indonesia mendaftarkan dirinya dalam kompetisi KWN 2011. Tahun ini, Panasonic akan melakukan roadshow untuk menyosialisasikan program KWN ke sekolah-sekolah di Jakarta dan di luar Jakarta.

Pendaftaran tahap story line dibuka sejak 5 Juli hingga 29 Agustus 2012. Kompetisi tersebut dibagi menjadi beberapa tahap, antara lain tahap pengiriman story line, di mana akan dipilih 10 besar yang akan menjalani 2 hari workshop bersama IKJ dan Daniel Ziv untuk merealisasikan ceritanya melalui film pendek berupa reportase/ drama/ dokumenter.

Untuk dapat ikut dalam kompetisi ini, peserta dapat mengirim naskah dan skenario melalui pos ke kantor Panasonic Gobel Indonesia di Jl. Dewi Sartika, Cawang II No. 14 dan menuliskan kode KWN 2012 di kiri atas amplop. Naskah dan skenario juga dapat dikirm secara online ke alamat www.kwn-id.com. Penerimaan naskah akan ditutup pada 29 Agustus 2012 per cap pos.

Pemenang nasional dari Indonesia akan berkompetisi ke Singapura untuk tingkat regional dan ke Jepang untuk tingkat internasional. Para partisipan akan dibekali kamera dan camcorder Panasonic dalam proses pembuatan masing- masing karya.

“Dengan pelatihan yang lebih intensif kami berharap tahun ini pemenang nasional dapat bersaing ke skala internasional,” tutur Taufik.

Untuk mendukung program ini, Panasonic bekerjasama dengan Intstitut Kesenian Jakarta dan produser film dokumenter asal Kanada, Daniel Ziv.

“Kami melibatkan para ahli dokumenter seperti Daniel Ziv dan IKJ untuk memberikan perspektif nasional dan internasional kepada para murid dalam membuat cerita dalam bentuk video. Kami ingin mengangkat prestasi anak bangsa di mata dunia dan berharap KWN dapat merealisasikannya,” ungkap Taufik.

BERITA TERKAIT

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen NERACA  Jakarta - Grup Lippo terus melebarkan ekspansi usaha. Tak lama…

Perlu Standarisasi Halal Internasional

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Perlu dan tidaknya standarisasi halal internasional sudah lama dibicarakan oleh berbagai pihak, hal…

Barelang Marathon di Meriahkan Ratusan Pelari Internasional

Program sport tourism Barelang Marathon 2018 mendapat respons positif dari 253 pelari dari lima benua yang berkumpul di Batam.  Nomor…

BERITA LAINNYA DI CSR

Konsisten Konservasi Hutan - APP Berhasil Tekan Dampak Kebakaran Hutan

Menyadari keberlanjutan bisnis usahanya tidak lepas dari menjaga kelestarian alam, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas selalu konsisten melakukan…

Peduli Pendidikan Lewat UFE - PermataBank Berikan Advokasi Libatkan Komunitas

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PermataBank melalui program corporate social responsibility (CSR) menggelar Unite for Education (UFE) sebagai upaya…

Sejahterakan Petani di Kalimantan Selatan - BNI Bantu Program Kegiatan Padat Karya Tunai

Membangun fundamental ekonomi dari sektor pertanian terus ditingkatkan pemerintah. Namun implementasi tersebut tidak bisa lepas dari keterlibatan peran swasta dan…