Asah Potensi Kepemimpinan Generasi Muda

Sabtu, 21/07/2012

NERACA

General Electric (GE) Indonesia dan Tempo Institute asah potensi kepemimpinan generasi muda lewat program menjadi Indonesia

Pengembangan karakter seorang pemimpin yang dapat mengidentifikasi masalah, memberikan alternatif, solusi dan menyampaikannya secara lisan dan tulisan kepada khalayak luas sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia pada saat ini.

Direktur Human Resources GE Indonesia, Caecilia Adinoto mengatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki daya imajinasi untuk berinovasi dan keberanian untuk mengimplementasikannya.

Komitmen untuk berkontribusi menumbuhkembangkan calon pemimpin Indonesia di masa depan itulah yang selalu dipegang teguh oleh General Electric (GE) Indonesia dan Tempo Institute, yang kemudian dijabarkan dalam sebuah program yang bernama “Menjadi Indonesia”.

“Dengan adanya program Menjadi Indonesia ini, para mahasiswa memiliki peluang untuk mengembangkan dan mengasah potensi mereka sebagai bekal di masa depan sekaligus membentuk karakter yang berintegritas tinggi dan memiliki keberanian untuk memimpin,” tuturnya.

Bukan hanya sekadar kompetisi menulis esai, program ini bertujuan untuk mencari pemimpin masa depan Indonesia melalui serangkaian acara kunjungan ke beberapa kampus di Indonesia.

Leadership Campbagi 20 penulis esai terbaik di mana mereka akan menjalani pelatihan jurnalistik, pelatihan kepemimpinan dan sekaligus bertemu dengan tokoh-tokoh dan lembaga-lembaga yang mewakili dinamika kehidupan di Indonesia.

Program Menjadi Indonesia ini pertama kali diselenggarakan pada 2009. Dalam empat kali penyelenggaraan, setiap tahunnya tercatat rata-rata 1.500 mahasiswa dari seluruh Indonesia mengikuti kompetisi penulisan esai ini.

“Dengan banyaknya jumlah siswa berpartisipasi, menandakan bahwa program ini disambut baik oleh anak-anak muda Indonesia. Melalui kompetisi esai Menjadi Indonesia, kami menantang anak muda Indonesia untuk mengamati situasi yang ada di sekitar mereka, memaknainya dan kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan,” seperti disampaikan olehMardiyah Chamim, Tempo Institute.

Hal lain yang juga dilaksanakan dalam program ini adalah pengumpulan surat dari para pemimpin di berbagai bidang di Indonesia,“Surat Dari & Untuk Pemimpin”, yang berisi pesan kepada anak muda Indonesia sebagai calon pemimpin di masa depan.

Dalam kumpulan surat ini terdapat pesan di antaranya dari Jusuf Kalla, Bambang Darmono, Frans Magnis Suseno, Shinta Nuriyah Wahid, Chris John, Alan Budikusuma, Susi Susanti, Anies Baswedan dan berbagai tokoh lainnya.

Pada acara peluncuran program Menjadi Indonesia ini, beberapa surat dibacakan langsung oleh tokoh yang bersangkutan, antara lain Goenawan Mohammad (penulis, budayawan), Toriq Hadad (wartawan senior, pemimpin Grup Tempo Inti Media), Handry Satriago (CEO GE Indonesia), Tri Mumpuni (tokoh penggerak masyarakat, penerima Magsaysay Award 2011), Christine Hakim (bintang film senior, juri di berbagai festival film internasional) dan Riri Riza (penulis skenario, sutradara dan produser film).