Indonesia Masih Ada Peluang Jadi Leader Bursa ASEAN

NERACA

Jakarta – Meskipun industri pasar modal dalam negeri kalah dalam jumlah emiten dan investor dengan industri pasar modal negara tetangga, namun ada keyakinan bilan pasar modal dalam negeri mampu menjadi leader di tingkat ASEAN.

Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Airlangga Hartarto mengatakan sebagai anggota G20 Indonesia harus jadi leader di ASEAN khususnya sektor bursa efek, “Kita harus rebut financial power di ASEAN dalam bursa efek, tidak hanya jadi anggota G20 dan financial follower,”katanya di Jakarta, Selasa (17/7).

Menurutnya, dalam perekonomian se-ASEAN, negara-negara tetangga sudah bisa menjadi leader dalam perbankan, maka untuk Indonesia adalah menguasai dalam kapitalisasi pasar bursa. Asal tahu saja, total dana yang diperoleh dari pasar modal saat ini mencapai Rp182,08 triliun.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, disebutkan total perolehan dana dari pasar modal mencapai Rp182,08 triliun antara lain dari penawaran umum saham perdana senilai Rp5,79 triliun, rights issue senilai Rp10,12 triliun, waran senilai Rp1,39 triliun.

Lalu total penawaran obligasi mencapai Rp122,32 triliun yang terdiri dari obligasi pemerintah senilai Rp122,32 triliun dan obligasi korporasi serta sukuk senilai Rp42,47 triliun. Adaoun baru-baru ini PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan obligasi I tahun 2012 senilai Rp1,25 triliun.

Obligasi tersebut terdiri dari dua seri. Pertama, seri A bertenor 3 tahun senilai Rp250 miliar. Kedua, seri B bertenor 5 tahun senilai Rp1 triliun. Obligasi tersebut mendapatkan rating A dari Pefindo. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat. Dengan pencatatan tersebut total emisi obligasi yang sudah tercatat sepanjang 2012 adalah 33 emisi dari 38 emiten senilai Rp42,47 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Penyelidikan Nara Hotel - BEI Berharap Keputusannya Adil dan Objektif

NERACA Jakarta – Gagalnya pencatatan saham perdana PT Nara Hotel International Tbk lantaran adanya aduan investor terkait kejanggalan penjatahan saham…

Pasar IPO di Semester Pertama Masih Positif

NERACA Jakarta – Potensi pasar initial public offering (IPO) di dalam negeri masih memiliki prospek positif di tengah ketidakpastian ekonomi…

Khawatiran Virus Corona Menghantui IHSG

NERACA Jakarta –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore kemarin, ditutup terkoreksi di tengah kekhawatiran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ombudsman: Saham PGN Turun Rugikan BPJS Ketenagakerjaan

Harga saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN sempat terkoreksi akibat adanya wacana penurunan harga gas industri.…

Sengketa Dengan Geo Dipa Energi - Kuasa Hukum BGE : Ada Penyalahgunaan Kewanangan Pejabat KPK

Terkuaknya surat keterangan permohonan klarifikasi kepada Bank HSBC Indonesia yang diterbitkan oleh Deputi bidang Penindakan Komisi Pemberantasa Korupsi, Pahala Nainggolan,…

Sistem ERP SystemEver Pacu Bisnis Distribusi Alkes

Perusahaan distribusi alat kesehatan (Alkes) memegang peranan yang krusial di era industri 4.0. Tantangan mereka bukan hanya menjawab kebutuhan layanan…