Tingkatkan Likuiditas, BTPN Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun Bulan ini

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II senilai Rp 1 triliun pada akhir bulan ini, “Rencananya obligasi tahap II akan diterbitkan akhir bulan ini, “kata Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung di Jakarta, Selasa (17/7).

Dia menjelaskan, penerbitan obligasi ini adalah bagian dari keinginan perseroan untuk memiliki dana jangka panjang sebagai pendukung dana yang dihimpun dari masyarakat. Maka dengan demikian, BTPN dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal lagi.

Kemudian, soal besaran bunga untuk obligasi ini belum ditentukan. "Untuk bunganya belum ditentukn karena masih dalam proses bookbuilding. Dalam 1-2 minggu ke depan kami akan umumkan besaran kuponnya," tutur Arief.

Namun yang pasti, tenor atau jangka waktu obligasi ini adalah antara tiga tahun sampai lima tahun ke depan. Pada tahun 2011 lalu, BTPN sudah dapat plafon berkelanjutan dari Bapepam-LK senilai Rp 2,5 triliun. ”Itu pada Mei atau Juni tahun lalu. Untuk perbankan, kita adalah yang pertama mendapatka sistem self-registration dari Bapepam-LK,” jelas Arief.

Untuk penjamin pelaksana emisi, BTPN sendiri telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Indopremier Securities, PT Standard Chartered Securities Indonesia, dan PT NISP Sekuritas. Sedangkan yang ditunjuk sebagai Bank Kustodian adalah Bank Permata.

Bagi BTPN, penerbitan obligasi ini tidak dipengaruhi jumlah kecukupan modal atau CAR mereka. ”Ini adalah obligasi biasa, bukan subyek. CAR kita masih di atas 20%. Ini tidak banyak turun karena terisi dari sisa profit di akhir tahun. Dan kita juga tidak ada rencana membayar deviden,” ujar Arief.

Sebagai informasi, BTPN sudah menerbitkan obligasi tahap pertama pada tahun 2011 senilai Rp 500 miliar. Emisi Obligasi Berkelanjutan I ini mendapat National Long-term rating AA- (idn) dengan prospek peringkat Stabil dari Fitch Ratings. Struktur Obligasi BTPN III yang ditawarkan terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu Seri A berjangka waktu 3 (tiga) tahun dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 8,9% - 9,6% (p.a.) dan Seri B berjangka waktu 5 (lima) tahun dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 9,5% - 10,2% (p.a.).

Penerbitan obligasi ini akan mendukung pengembangan bisnis BTPN, khususnya dalam memberikan akses pembiayaan seluas-luasnya di kedua pangsa pasar yang ditekuni BTPN yaitu para pensiunan dan pelaku UMK. -(Ria)-

BERITA TERKAIT

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…

Tingkatkan Pangsa Pasar - Kimia Farma Bakal Akuisisi Phapros

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membeli 47.901.860 lembar atau 56,77 dari total saham…

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…