Hipmi Jaya Sowan ke BEI

Dorong 5 Perusahaan IPO

Rabu, 18/07/2012

NERACA

Jakarta - Kedatangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta (Hipmi Jaya) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) bermaksud ingin mengenal lebih dalam tentang seluk-beluk pasar modal, khususnya mengenai perdagangan saham.

Ketua Umum Hipmi Jaya, Andhika Anindyaguna menuturkan, kedatangan Hipmi Jaya ke bursa dikarenakan masih banyaknya pengusaha muda yang belum mengerti pasar modal. "Ini pengenalan tentang pasar modal sekaligus sosialisasi. Memang belum banyak yang mengerti (tentang main saham)," kata dia di Jakarta, Selasa (17/7).

Andhika menambahkan, sumberdaya manusia (SDM) sangat diperlukan, terutama pengusaha muda. Hal ini untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (Asean Economic Community/AEC) pada 2015 mendatang. “Kalau SDM kita rendah, pasti akan kalah bersaing dengan negara tetangga. Karena itu, perekonomian akan menjadi satu-kesatuan dalam era pasar bebas,” jelasnya.

Untuk selanjutnya, kata dia, Hipmi Jaya dan BEI berencana melakukan pendalaman materi pasar modal dengan mengundang pakar, termasuk entitas di regulasi pasar modal. Tak hanya itu saja. Andhika pun menargetkan sebanyak 3-5 perusahaan yang menjadi anggotanya siap menjadi perusahaan publik atau menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

"Targetnya 1,5 tahun mendatang, sektornya telekomunikasi dan infrastruktur," ungkap dia. Dirinya menambahkan, melalui sosialisasi ini diharapkan ke depan semakin banyak anggota HIPMI, khususnya HIPMI Jaya, mencatatkan saham perusahaannya di BEI.

Apalagi, kata Andhika, tantangan ke depan bukan hanya persaingan dengan pengusaha lokal saja tapi juga dengan pengusaha-pengusaha di kawasan melalui adanya AEC. "Kepengurusan kami tiga tahun. Nah, sekarang tinggal 1,5 tahun lagi. Di sisa pengurusan inilah kami dorong dan fasilitasi anggota untuk go public," tandasnya.

Sebagai informasi, anggota HIPMI Jaya berjumlah total 2.300 orang. Dari jumlah itu terdapat 20-30 anggota yang berminat untuk melakukan IPO. Jika dikerucutkan lagi, hingga 3-5 anggota yang sudah siap IPO.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, sosialisasi ini diharapkan bisa menjadi pilihan pendanaan melalui pasar modal sehingga menjadi pilihan alternatif bagi pengusaha. "Ini juga dapat menambah jumlah investor masa mendatang," kata dia. Dengan IPO, dirinya meyakini akses pendanaan lebih mudah, walaupun terdapat tantangan tinggi pada sisi komitmen transparasi.

Berdasarkan data BEI, jumlah investor baru di BEI mencapai363.094 investor atau 0,2% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah tersebut sangat kecil kecil dibandingkan Singapura, yang jumlah investor di pasar modal mencapai 30% dari jumlah penduduk. Menyusul 20% penduduk Malaysia yang kini menjadi pemodal di pasar modal negeri Jiran itu. [ardi]