Perumnas Bangun Tower Baru Rusunami

Sentra Timur Residence Sold Out

Rabu, 18/07/2012

NERACA

Jakarta – Perum Perumahan Nasional (Perumnas) memulai pembangunan dan pemasaran tahap kedua Rumah Susun Sederhana Milik (rusunami) di superblok Sentra Timur Residence, Pulo Gebang.

Menurut Himawan Arief, Direktur Utama Perumnas, pembangunan Rusunami Sentra Timur merupakan salah satu komitmen untuk tetap konsisten dan concern terhadap penyediaan rusunami bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

“Hal ini sejalan dengan transformasi Perumnas untuk menjadi pelaku utama perumahan dalam rangka penyediaan rumah tapak maupun rusunami di seluruh Indonesia," ujar Himawan saat peluncuran unit baru Rusunami Sentra Timur Resindece yang merupakan rangkaian peringatan HUT Perumnas ke 38 di Jakarta, Selasa (17/7).

Menurut Himawan, pada tahap pertama, rusunami Sentra Timur Residence telah dibangun sebanyak 1.393 unit. Sementara untuk tahap kedua, Perumnas akan membangun sebanyak 956 unit rusunami.

Himawan mengungkapkan, Berangkat dari kesuksesan pembangunan pembangunan rusunami Sentra Timur Tahap I, Perumnas optimis melanjutkan pembangunan Sentra Timur tahap II, yang terdiri dari 885 unit hunian dan 71 unit komersial.

Dia menambahkan, harga tiap unit hunian di proyek tersebut dipasarkan mulai dari Rp 180 juta. Harga ini untuk tipe 36 dengan tipe 1 kamar tidur.

Superblok Sentra Timur dikembangkan di lahan seluas 40 ha, yang merupakan kawasan pengembang terintegrasi antara hunian, fasilitas komersial seperti hotel, kondotel, perkantoran, ruko, rukan, pusat belanja dan lainnya.

“Kawasan Sentra Timur Superblok berada di kawasan Sentra Primer Baru Timur (SPBT) yang difungsikan sebagai pusat pertumbuhan baru di Jakarta Timur sesuai dengan RTRW DKI Jakarta 2020, yang menjadi prioritas pengembangan kawasan ini,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Perumnas, Teddy Robinson mengungkap, dalam tahun ini Perumnas memasang target penjualan sebesar Rp 1,2 triliun. Sampai semester pertama 2012, nilai penjualan produk properti Perumnas sudah mencapai Rp 565,880 miliar. Total unit yang sudah dipasarkan Perumnas sebanyak 7800 unit. Sepanjang tahun 2012, perusahaan pengembang milik pemerintah itu memasang target mampu menjual produk hunian landed maupun vertikal sebanyak 15 ribu unit.

Teddy menuturkan, Perumnas diajak bekerjasama oleh sekitar 67 pemerintah kabupaten/kota untuk membangun rumah sederhana bagi para pengawai negeri sipil. Saat ini, pengembangan proyek perumahan untuk PNS sudah mulai direalisasikan di Nusa Tenggara. “Kalau semua realisasinya sukses, maka dalam tahun ini Perumnas bakal membangun hunian sampai 35 ribu unit,” jelas Teddy.

Harga rumah sederhana untuk kalangan PNS tersebut, imbuh Teddy, sekitar Rp 70 juta per unit. Harga tersebut lebih rendah dari patokan harga jual Rumah Sejahtera Tapak pemerintah yang besarnya Rp 88 juta per unit.

Dia menyatakan, harga rumah untuk PNS bisa lebih rendah karena adanya dukungan ketersediaan lahan dari pemerintah kabupaten/kota. “Bahkan pematangan lahan juga dilakukan pemda. Jadi kami tinggal membangun rumah saja. Makanya harga bisa lebih rendah karena biaya produksinya mendapat dukungan dari pemda,” terangnya.

BP Rusun

Dalam kesempatan itu, Himawan juga mengungkap, Perumnas siap menerima peran dari Pemerintah sebagai Badan Pelaksana Rumah Susun. “Kami siap diubah menjadi BP Rusun atau menjadi pelaksana tugas dari BP Rusun,” paparnya.

Sebelumnya, Deputy Menteri Perumahan Bidang Perumahan Formal Pangihutan Marpaung menyatakan Pemerintah akan mendorong Perumnas menjadi BP Rusun. Namun karena tak mungkin membentuk badan baru, maka kemungkinan besar Perumnas akan dibebankan untuk melaksanakan tugas sebagai BP Rusun.