Bank DKI Tambah 4 Cabang di Jabodetabek

Rabu, 18/07/2012

NERACA

Jakarta–PT.Bank DKI kembali menambah 4 kantor setingkat cabang pembantu khususnya di wilayah Bekasi dan Tangerang. Penambahkan 4 kantor baru itu merupakan implementasi dari rencana pembukaan 50 kantor jaringan baru di Jabodetabek dan beberapa kota besar di Indonesia.

Menurut Dirut PT Bank DKI, Eko Budiwiyono, 4 kantor itu terdiri dari 2 kantor layanan konvensional di Bintara, Bekasi dan Sunter, Jakarta serta kantor layanan syariah di Ciledug dan Tangerang. “Melalui pembukaan kantor tersebut, Bank DKI berharap dapat lebih mendekati nasabah dan mampu memberikan alternative pelayanan konvensional dan syariah” ujarnya

Saat ini Bank DKI sudah memiliki total 202 jaringan kantor dengan rincian 17 kantor cabang, 39 cabang pembantu ,115 kantor kas, dan 31 payment point. Pembukaan kantor layanan Bank DKI dimasing-masing wilayah tersebut didasarkan pada potensi ekonomi dari masing-masing wilayah tersebut.

Wilayah Bintara memiliki prospek yang bagus untuk penghimpunan dana dan ekspansi kredit antara lain untuk pemasaran produk KPR, pembiayaan besama, Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Multiguna kepada sector pendidikan. Wilayah Serpong memiliki ekonomi yang dapat terus berkembang seperti sentra bisnis maupun pemukiman. Sehingga Serpong dianggap memiliki prospek cerah sebagai pemasok utama ruang kantor di tangerang. Potensi pasar Bank DKI di Ciledug juga cukup besar tercermin dari jumlah guru-guru yang yang telah menjadi nasabah Bank DKI dari sekolah yang lokasinya dekat dengan perbatasan Jakarta Selatan dengan Tangerang.

Potensi perekonomian di masing-masing wilayah tersebut memberikan pijakan dasar yang kuat bagi Bank DKI untuk melakukan penetrasi produk dana seperti tabungan simpeda, tabungan Monas dan TabunganKu, serta produk kredit Multi Guna untuk segmen ritel. Sedangkan untuk segmen industri akan menjadi basis pemasaran produk seperti Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja maupun kredit untuk segmen UMKM seperti KUMK Monas dan Kredit Usaha Rakyat dan kantong-kantong UKM. **kam