Ditopang Laporan Kinerja Emiten, IHSG Masih Semangat Menguat

Rabu, 18/07/2012

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 33,207 poin (0,82%) ke level 4.080,672. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,819 poin (0,84%) ke level 697,280. Banyaknya perburuan investor terhadap saham-saham unggulan mampu mengerek indeks melesat mendekati level psikologis 4.100.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG menguat ditengah sentimen negatif global, “Indeks BEI mampu mempertahankan penguatan ditengah sentimen negatif dari langkah IMF menurunkan pertumbuhan ekonomi global tahun 2013 seiring dengan krisis utang Eropa memperpanjang resesi yang terjadi di Spanyol dan memperlambat pertumbuhan ekonomi negara berkembang," katanya di Jakarta, Selasa (17/7).

Asal tahu saja, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2013 sebesar 3,9% atau turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,1%. Selain itu, lanjut dia, investor global juga masih menanti kabar dari The Federal Reserve untuk mencari tanda-tanda pemberian stimulus ekonomi tahap ketiga demi menyelamatkan ekonomi.

Berikutnya, dia memproyeksikan, Indeks BEI Rabu masih melanjutkan penguatan seiring hasil kinerja emiten semester 1 2012 yang dinilai cukup bagus dan dapat menopang pergerakan indeks BEI. "Kami proyeksikan kisaran besok (18/7) di 4.020-4.100 poin," ujarnya.

Perdagangan kemarin, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 63,651 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 114.481 kali pada volume 5,45 juta lot saham senilai Rp 3,416 triliun. Sebanyak 161 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bayan (BYAN) naik Rp 700 ke Rp 11.900, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 15.600, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 37.800, dan Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 24.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 17.000 ke Rp 255.000, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 23.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 59.100, dan Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 10.000.

Menutup perdagangan sesi I, IHSG melaju 23,203 poin (0,57%) ke level 4.070,668. Sementara Indeks LQ45 menanjak 4,863 poin (0,70%) ke level 696,324. Seluruh sektor industri di lantai bursa kompak menguat, dipimpin oleh saham-saham berbasis aneka industri. Saham-saham unggulan berbasis komoditas juga ikut menyusul di belakang.

Aksi beli banyak dilakukan investor lokal, sementara asing kembali memilih wait and see. Transaksi asing hingga siang kemarin justru melakukan penjualan bersih. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 59.112 kali pada volume 2,965 juta lot saham senilai Rp 1,703 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 15.400, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 50.700, Pool Advista (POOL) naik Rp 210 ke Rp 1.080, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 7.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indosiar (IDKM) turun Rp 200 ke Rp 5.900, Argha Karya (AKPI) turun Rp 160 ke Rp 870, Surya Citra (SCMA) turun Rp 150 ke Rp 10.450, dan Mayora (MYOR) turun Rp 150 ke Rp 23.600.

Sementara di awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 16,57 poin atau 0,41% ke posisi 4.064,03, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,25 poin (0,61%) ke level 695,71. " Perdagangan Selasa secara teknikal, indeks BEI berpotensi melanjutkan penguatan secara terbatas," kata analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan.

Sebaliknya, analis Samuel Sekuritas Christine Salim mengatakan, IHSG diperkirakan melemah seiring koreksi bursa global. "Bursa Eropa dan AS ditutup melemah kemarin memfaktorkan rilis data retail sales AS di bulan Juni yang diluar ekspektasi,"paparnya.

Alasannya, sentimen negatif datang dari IMF yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2013 yang turun menjadi 3,9% dari sebelumnya 4,1% memfaktorkan perlambatan ekonomi China, India dan AS sebagai akibat dari krisis utang Eropa yang berkepanjangan.

Selain itu, lanjut dia, beberapa saham yang telah menguat sejak pekan lalu cukup rawan terhadap aksi ambil untung (profit taking) seperti, Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Indofood Sukses Makmur (INDF), Astra Agro Lestari (AALI) dan Media Nusantara Citra (MNCN).

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 279,78 poin (1,46%) ke level 19.401,12, indeks Nikkei-225 naik 44,44 poin (0,51%) ke level 8.768,73 dan Straits Times menguat 21,74 poin (0,72%) ke level 3.020,39. (bani)