Genjot Penjualan, Sierad Produce Ekspansi Usaha Sumatera dan Makasar

Rabu, 18/07/2012

NERACA

Jakarta - Sejalan dengan pertumbuhan industri perunggasan di Indonesia, emiten pakan ternak dan daging ayam, PT Sierad Produce Tbk (SIPD) akan berekspansi keluar pulau Jawa dengan membangun kandang pembibitan ayam atau breeding farm. Rencananya, breeding farm itu akan dibangun di Sumatera dan Makasar.

Sekretaris Perusahaan SIPD Elies Lestari Setiawan mengungkapkan, ini adalah rencana pengembangan usaha perseroan kedepan. "Breeding farm di Sumatera dan Makasar akan dibangun pada tahun depan atau 2013," katanya di Jakarta, Selasa (17/7).

Dia menjelaskan, untuk membangun breeding farm di lokasi tersebut tidak mudah. Menurut Elies, perseroan harus menyiapkan segalanya secarea matang. "Kita bangun breeding farm itu dari awal. Jadi kita harus urus izinnya, lahan, infrastruktur, tenaga kerja, dan air bersih disana. Jadi saat ini, kita masih urus itu semua. Kemungkinan tahun depan baru di bangun," jelasnya.

Namun Elies belum bisa menyebutkan berapa biaya investasi untuk membangun breeding farm serta berapa kapasitas produksi nantinya. "Itu kan planing kita kedepan, kami belum hitung semuanya," tuturnya.

Sementara itu, perseroan juga akan melanjutkan rencana pengembangan usaha yang telah berlangsung pada tahun sebelumnya. Tiga kandang ayam induk (breeding farm) yang dibangun pada kuartal IV-2011 di wilayah Lebak, Banten, akan mulai berproduksi pada kuartal III-2012 dan dua kandang ayam induk akan dibangun pada kuartal III-2012.

Perseroan menargetkan pembangunan pabrik penetasan telur (hatchery) di Lebak, Banten, akan selesai pada kuartal III-2012. Terkait pembangunan tiga kandang komersial (commercial farm) di Bogor ditargetkan selesai pada kuartal IV-2012 dengan kapasitas 400 ribu ekor ayam.

Pada 2012 ini, perseroan menginvestasikan belanja modal sekitar Rp 500 miliar untuk pembangunan kandang ayam induk, pabrik penetasan telur dan kandang komersial. Elies mengungkapkan, sumber dana belanja modal tersebut berasal dari pinjaman perbankan dan kas internal dengan porsi 70% pinjaman bank dan 30% kas internal. "Pinjaman itu ada yang dari Bank Mandiri, BNI, dan Bukopin," ungkapnya.

Seiring dengan pengembangan usaha tersebut, perseroan menargetkan penjualan bersih sebesar Rp 4,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp 80 miliar. "Pencapaian target diupayakan dengan melanjutkan pengembangan usaha pembibitan ayam (breeding farm), pabrik penetasan telur (hatchery), commercial farm, rumah potong ayam, dan perluasan gerai BelMart," jelasnya.

Tidak Reverse Stock Saham

SIPD mengaku tidak akan melakukan reverse stock (penggabungan saham). Elies mengatakan, pandangan investor jika perusahaan yang melakukan reverse stock biasanya karena kinerjanya buruk. "Kinerja kita bagus, jadi ngapain harus melakukan reverse stock. Itu hanya akan bikin investor segera keluar," ujar Elies.

Elies mengaku, pihaknya pada tahun 2011 lalu memang sempat punya rencana reverse stock untuk menghindari spekulasi broker dan pialang saham. Namun, menurut Elies malah membikin investor kita malah salah pandangan. "Akhirnya kita tidak akan melakukan reverse stock," tegas Elies.

Sementara itu, RUPST SIPD memutuskan pembagian dividen tahun buku 2011 senilai Rp1 per saham atau totalnya setara 43% dari laba bersih perseroan 2011 senilai Rp 22 miliar.Elies mengatakan, dividen yang akan kita bagikan itu sudah kesepakatan Manajemen dan pemegang saham. "Manajemen dan pemegang saham SIPD sudah sepakat untuk bagi dividen sebesar Rp 1 per saham. Sedangkan pembagian dividen belum kita tentukan, akan kita umumkan nanti," ujarnya.

Selama 2011, SIPD mencetak laba bersih sebesar Rp 22 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 64% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 61 miliar. Sementara penjualan bersih selama tahun 2011 lalu mengalami peningkatan sebesar Rp 386 miliar atau naik 11% menjadi Rp 4,02 triliun dari Rp 3,64 triliun. (didi)