Kucuran Kredit Bank BTPN Rp 34,4 Triliun - Semester I 2012

Semester I 2012

Kucuran Kredit Bank BTPN Rp 34,4 Triliun

Jakarta –PT Bank BTPN mengklain penyaluran kredit mencapai Rp 34,4 triliun hingga semester I 2012. Tingkat penyaluran kredit ini tumbuh 28% dibandingkan periode yang sama 2011 lalu yang hanya sebesar Rp 26,8 triliun. ”Dari sisi pinjaman atau kredit, porsi kredit usaha mikro adalah seperempat atau 25% dari semua jenis pinjaman di BTPN, yang paling besar tetap kredit pensiun, dan ada juga dari bidang syariah,” kata Direktur Keuangan BTPN, Arief Harris Tandjung kepada wartawan dalam pemaparan ”Kinerja BTPN Semester I 2012”, di Jakarta (17/7).

Menurut Arief, pertumbuhan penyaluran kredit diimbangi dengan penerapan asas kehati-hatian yang tercermin pada rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang turun 0,7% dari 1% pada periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan untuk semester II 2012, mereka memproyeksikan bahwa penyaluran kredit akan menurun sebesar 22% - 24%. ”Semester II lebih slow dengan banyaknya libur seperti Puasa dan Lebaran, pada Agustus pasar tutup seminggu, dan baru mulai lagi (penyaluran kredit kepada pengusaha) pada Oktober – November,” ujar Arief.

Kemudian tenor kredit mereka adalah 3 dan 5. ”Rata-rata pinjaman atau kredit kita tenornya adalah 3 dan 5. Karena kredit kita adalah angsuran berjangka untuk 3 sampai 5 tahun. Juga dikarenakan segmen mass market kita adalah pensiunan dan usaha mikro, jadi tidak bisa tenor yang terlalu besar,” jelas Arief.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan BTPN, Anika Faisal mengungkapkan ukuran kredit atau pinjaman mikro adalah sekitar Rp 50 juta. Kredit mikro ini lebih besar diberikan kepada bidang perdagangan. ”Kalau dari sisi pinjaman atau kredit mikro, itu lebih besar ke perdagangan, misalnya para pedagang di pasar tradisional. Kalau kredit pensiun misalnya biasanya diberikan kalau para pensiunan itu ingin usaha katering, kos-kosan, atau jual kue,” tuturnya. *ria

BERITA TERKAIT

Bank Diminta Turunkan Biaya Operasional - RASIO KREDIT BERMASALAH TINGGI

Jakarta-Bank Indonesia mendesak perbankan untuk segera menurunkan beban biaya operasional agar suku bunga kredit juga bisa menurun seiring dengan penurunan…

Jaksa Agung Pantau Penyidikan Kredit Fiktif BRI

Jaksa Agung Pantau Penyidikan Kredit Fiktif BRI NERACA Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo memantau penyidikan kasus kredit korupsi fiktif…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Didesak Optimalkan Komite Nasional Keuangan Syariah - Genjot Keuangan Syariah

  NERACA   Jakarta - Pemerintah perlu lebih mengoptimalkan Komite Nasional Keuangan Syariah yang dibentuk Presiden Joko Widodo, karena Indonesia…

BI Buka Transaksi Lindung Nilai Mata Uang Euro

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) membuka Transaksi "Swap" Lindung Nilai dalam mata uang non-dolar AS untuk…

Naik 24%, BTN Raih Laba Rp2 triliun

  NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. optimistis mampu mencapai target perseroan pada akhir tahun ini. Optimisme…