Dana Produk Tabunganku Capai Rp3 Triliun - Ada sekitar 2,7 juta rekening

NERACA

Jakarta-- Bank Indonesia (BI) mengungkapkan produk Tabunganku cukup diminati masyarakat. Buktinya telah mencapai 2,7 juta rekening, setelah selama dua tahun sejak di launching. "Saldo terakhir produk Tabunganku saat ini telah mencapai Rp3 triliun," kata Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad di Solo, Selasa (17/7)

Lebih jauh Muliaman menambahkan produk Tabunganku adalah produk penghimpunan dana pihak ketiga melalui tabungan untuk masyarakat kecil yang bebas dari biaya administrasi. "Kalau saldonya kecil, Rp10 ribu misalnya, maka tidak menyusut karena beban biaya administrasi,” tambahnya

Oleh karena itu, kata Muliaman, hal ini cocok digunakan sebagai sarana untuk rekening penggajian seperti pembantu rumah tangga, atau tenaga kerja kecil, bisa juga untuk anak-anak sekolah, atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau lainnya.

Ke depan, Muliaman menyebut, nama Tabunganku bakal diganti sesuai banknya. Misalnya, Mandiriku, Permataku, dan sebagainya. "Artinya masing-masing bank, diharapkan menyosialisasikan produk Tabunganku sesuai nama banknya," ungkapnya.

Sementara itu, dalam kajian World Bank yang dirilis Gallup World Poll Survey 2011 tentang Financial Inclusion Index, terungkap tingkat aksesabilitas masyarakat Indonesia terhadap layanan jasa keuangan formal masih rendah

Survei World Bank tersebut menyatakan hanya 19,6% dari penduduk Indonesia berusian diatas 15 tahun yang memiliki rekening di institusi keuangan formal. Bandingkan dengan Singapura, Thailand dan laysia yang tingkat kepemilikan rekeningnya masing-masing mencapai 98,2 %, 72,7 % dan 66,2 %. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya lebih baik dari Kamboja.

Dikatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan terhambat. Jauhnya jarak tempuh atau lamanya waktu yang diperlukan terhadap layanan jasa keuangan terhambat.

Jauhnya jarak tempuh atau lamanya waktu yang diperlukan untuk pergi dari rumah ke cabang bank atau ATM terdekat misalnya. Mengacu data Bank Indonesia per Maret 2012, terdapat 19.079 unit kantor bank untuk 1,9 juta jiwa. Itu pun ada di setiap 99,85 kilometer persegi.

Rumitnya prosedur yang diperlukan untuk membuka rekening bank atau mengajukan aplikasi kredit juga membuat masyarakat memilih berpaling ke lembaga pembiayaan nonformal. Selain itu, besernya biaya administrasi bulanan atau saldo minimum yang tinggi, serta produk perbakan yang sering kali tidak sesuai kebutuhan membuat akses makin tak terjangkau.

Ia mengatakan, padahal sulitnya akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan telah berkontribusi pada penurunan tingkat kemakmuran. Dalam beberapa dekade terakhir, masyarakat terus bergerak dalam jebakan kemiskinan. Untuk memutus jeratan kemiskinan tersebut, program 'Financial Inclusion telah dikembangkan sebagai strategi utama memperbaiki taraf hidup masyarakat global. **cahyo

Related posts