Perbankan Motor Penggerak Inklusi Keuangan

Rabu, 18/07/2012

NERACA

Solo---Perbankan harus menjadi motor penggerak inklusi keuangan (keuangan untuk semua) untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. "Perbankan harus menjadi motor, misalnya, melalui program sosialisasi dan edukasi masyarakat terhadap layanan perbankan, melayani pembukaan rekening simpanan Tabunganku bagi masyarakat lapis bawah dan kegiatan “corporate community responsibility” (CCR) yang berorientasi pada pengembangan masyarakat," kata Dirut BNI Gatot M Suwondo di Solo,Selasa, 17/7

Menurut Gatot, perbankan juga bisa melakukan sinergi antarbank dan antarlembaga keuangan mikro dengan lembaga nonkeuangan, termasuk asosiasi dan komunitas dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk berhubungan dengan lembaga keuangan formil.

Lebih jauh kata Gatot, perbankan juga bisa mengembangkan sistem komunikasi dengan dukungan teknologi informasi yang tepat guna memberikan pelayanan jasa keuangan yang aman, cepat dan terpercaya. "Implementasi ketiga strategi 'financial inclusion' di atas tidak semata-mata menjadi tanggung jawab perbankan, namun juga menjadi tanggung jawab semua pemangku kepentingan yang lain seperti regulator/otoritas, pemerintah, parlemen, dunia usaha, para tokoh masyarakat, termasuk kaum alim ulama, dan para cendikiawan," tuturnya.

Menurut Gatot, semua strategi dalam program "financial inclusion" harus mencapai indikator utama keberhasilan akses, yang menggambarkan kemampuan dan keterjangkauan masyarakat dalam menggunakan lembaga keuangan formal. Kedua, pemakaian yang menggambarkan tingkat penggunaan masyarakat terhadap jasa dan produk keuangan formal, ketiga, kualitas yang menggambarkan kesesuaian antara produk yang ditawarkan oleh lembaga keuangan formal dengan yang diinginkan oleh masyarakat selaku nasabah.

Dan keempat, kesejahteraan yang menggambarkan implikasi atau dampak langsung dan tidak langsung dari penyediaan produk/jasa keuangan yang mudah diakses terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. "Apabila keempat indikator utama keberhasilan program financial inclusion di atas dapat dicapai, maka dapat diartikan perbankan nasional telah memberi kontribusi dan sumbangsih yang nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara," tukasnya.

Menurut Gatot, sebagai Bank BUMN sekaligus salah satu motor utama bank penggerak program financial inclusion telah dan akan terus melakukan berbagai kegiatan, seperti memperluas akses layanan melalui penambahan ATM di seluruh pelosok Tanah Air.

Kemudian mengembangkan BNI Layanan Gerak untuk menjangkau daerah-daerah terpencil atau pelosok yang menghadapi kendala teknis operasional dalam pembukaan outlet atau kantor cabang. Serta berpartisipasi aktif dalam melaksanakan program Bank Indonesia, yaitu program tabunganku dan aktif pula dalam pelaksanakan program Kredit Usaha Rakyat yang telah dicanangkan oleh pemerintah semenjak tahun 2007. **cahyo