Bank Riau-Kepri Rangkul BPR Bentuk Apex - Terkumpul Rp600 Miliar

NERACA

Pekanbaru---Bank Riau-Kepri merangkul sekitar 12 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) guna mendongkrak pengembangan usaha mikor dan kecil. Karena itu mereka membentuk Apex PT Bank Riau-Kepri. "Kami punya visi dan misi mengembangkan daerah, khususnya usaha mikro dan kecil, kami harap sinergi itu bisa terjalin," kata Pemimpin Divisi Konsumer dan Mikro Bank Riau-Kepri, Said Syamsuri, di di Pekanbaru,17/7

Menurut Said, kerjasama dengan BPR memiliki potensi keuntungan bagi bank pembangunan daerah itu karena dapat menghemat biaya pembukaan kantor baru di setiap daerah. Bank Riau bisa menggunakan BPR sebagai perpanjangan tangan untuk menjangkau pengguna jasa perbankan lebih luas terutama di daerah pelosok, dengan menciptakan produk dan jasa bersama. "Sebagai bank umum kami memiliki peluang untuk menghasilkan “fee based income” dan pemanfaatan transaksi oleh BPR melalui jaringan ATM Bank Riau," tambahnya

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Riau, Syafri, mengatakan baru ada 12 dari 34 BPR di Riau yang bersedia masuk dalam Apex Bank Riau-Kepri. Menurut dia, kendalanya hingga kini belum ada kesepahaman dalam visi dan strategi untuk memadukan kerja bank umum dan BPR. "Saya rasa kendalanya adalah belum ada persamaan strategi dan visi, tapi keuntungan Apex bagi BPR sebenarnya sangat banyak," katanya.

Menurut Syafri, syarat setiap BPR menjadi anggota Apex Bank Riau-Kepri adalah kewajiban menyetorkan simpanan wajib minimum dalam bentuk deposito sebesar Rp50 juta. Total dana yang terkumpul sebesar Rp600 miliar tidak boleh dicairkan selama masih menjadi anggota Apex.

Kemudian, Bank Riau-Kepri juga akan menyertakan dana dengan jumlah yang terkumpul itu dalam "pooling funds". "Jadi dana yang terkumpul mencapai Rp1,2 triliun bisa digunakan untuk membantu BPR yang kekurangan dana mendadak," katanya.**cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Laba OCBC NISP Tumbuh 11%

  NERACA Jakarta - Bank OCBC NISP membukukan laba bersih di 2019 sebesar Rp2,9 triliun atau naik 11% bila dibandingkan…

LinkAja Gandeng JNE untuk Permudah Transaksi

  NERACA Jakarta - LinkAja berkolaborasi dengan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam rangka mempermudah pembayaran jasa pengiriman logistik…

Prudential Beri Perlindungan Tambahan Hadapi Virus Corona

  NERACA Jakarta – Perusahaan asuransi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman virus corona jenis…