ABM Amankan Kontrak Jual-Beli 15 Juta Ton Batubara

NERACA

Jakarta– PT ABM Investama Tbk, perusahaan energi terintegrasi dengan fokus di sumber daya (resources), jasa (services) dan infrastruktur (infrastructure), berhasil mengamankan kontrak jual beli dan pemasaran untuk jangka panjang dengan AVRA Commodities Pte Ltd (Avra Commodities). Penandatanganan kontrak penjualan 15 juta metrik ton batubara untuk periode Juli 2012 hingga Juli 2017 dilakukan Reswara Minergi Hartama (Reswara), salah satu anak usaha ABM, yang bergerak di bisnis produksi batubara, pada 13 Juli 2012.

Melalui kontrak tersebut Avra Commodities mendapatkan hak eksklusif untuk menjual dan memasarkan batubara termal dengan merek dagang TIA Compliant Coal (TCC) yang diproduksi oleh anak usaha Reswara, PT Tunas Inti Abadi (TIA) ke Thailand, Filipina, Taiwan, dan beberapa pembeli terpilih dari Republik Rakyat Cina (RRC). Dengan adanya kontrak ini, Avra Commodities, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan dagang komoditas multinasional dan bulk shipper Avra Asia Pte Ltd, akan memperluas eksistensinya di industri perdagangan batubara termal Indonesia.

“Di tengah kondisi saat ini yang penuh tantangan, kontrak baru ini merupakan wujud dari komitmen kami dalam mencapai target yang dijanjikan. Perjanjian jangka panjang ini akan membuahkan keuntungan bagi perusahaan, karena dengan ini kami mendapatkan peluang untuk mengintegrasikan proses bisnis kami dengan lebih baik, yang kemudian akan menciptakan efisiensi biaya, serta kepastian akan kelangsungan bisnis jangka panjang. Lebih lagi, perjanjian ini juga menunjukkan bahwa prospek batubara sebagai sumber energi masih sangat menjanjikan," kata Presiden Direktur ABM Investama Andi Djajanegara, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (17/7).

Hingga kuartal kedua 2012, Reswara telah mengamankan penjualan batubara sebesar 3,5 juta ton metrik atau sebesar lebih dari 80 persen target penjualan batubara di 2012, yaitu sebesar 5,5 juta ton metrik.

“Kontrak ini merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan yang bertujuan untuk mencapai pasar yang beragam di Asia, yang akan memberikan jaminan ketersediaan pasar bagi batubara kami. Kami berkeyakinan bahwa kerja sama antara Reswara dan Avra Commodities akan membantu kedua belah pihak untuk mencapai targetnya masing-masing," tambah Presiden Direktur Reswara Harry Asmar.

Bob Kamandanu, Presiden Direktur PT Avra Indonesia yang baru saja terpilih kembali menjadi ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (Indonesian Coal Mining Association), menambahkan, "Kesepakatan ini merupakan kemitraan strategis antara dua perusahaan yang sangat kuat dan saling melengkapi. Kami melihat bahwa kerja sama ini akan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak dan saat ini telah membuat Avra selangkah lebih lagi dalam bisnis kami,” ujarnya.

Sekedar informasi, ABM merupakan bagian dari Grup Tiara Marga Trakindo (TMT), salah satu grup nasional terbesar di Indonesia yang telah berkecimpung di industri alat berat sejak 40 tahun yang lalu. Hingga saat ini TMT merupakan pemimpin dalam penyedia jasa untuk sektor energi.

Sementara Reswara merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk., yang bergerak dalam bisnis pertambangan batubara. Reswara memiliki cadangan batubara sebesar 550 juta metrik ton yang diperoleh melalui empat konsesi pertambangan yang tersebar di Kalimantan Selatan dan Nangroe Aceh Darussalam. Batubara yang diproduksi PT Tunas Inti Abadi (TIA) dan PT Media Djaya Bersama (MDB) saat ini dipasarkan melalui Reswara. Selain itu, Reswara memiliki anak usaha lainnya, PT Pelabuhan Buana Reja (PBR) yang bergerak dalam pengelolaan pelabuhan.

Adapun VRA Commodities Pte Ltd., anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Avra Asia Pte Ltd bergerak dalam bidang perdagangan komoditas. Pada saat ini perusahaan berfokus pada perdagangan batubara termal di wilayah Indonesia, melalui peningkatan offtake agreements (perjanjian-perjanjian pembelian komoditas untuk di masa mendatang), investasi aset serta proyek-proyek infrastruktur terkait melalui anak usahanya di Indonesia dengan nama PT AVRA Indonesia dan PT Avra Resources Management.

BERITA TERKAIT

Investor Jembo Tunaikan Kewajiban SCB - Bayar Senilai US$ 16 Juta

NERACA Jakarta – Perusahaan kabel, PT Jembo Cable Tbk (JECC) menyebutkan penyelesaian kontijensi antara perseroan dengan Standard Chartered Bank (SCB)…

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

Waskita Beton Bidik Laba Tumbuh 25% di 2018 - Kantungi Banyak Kontrak Baru

NERACA Jakarta –Lambat tapi pasti, performance kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) cukup memuaskan. Tengok saja dari pencapaian…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perdagangan Internasional - Kinerja Ekspor Non Migas Terkoreksi 6,09 Persen di September

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar 4,51 persen dari…

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor - Kemenperin Beri Masukan Kebijakan KITE Bagi IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan…

Tingkatkan Daya Saing - Standar Keamanan Produk Perluas Ekspor Mamin

NERACA Jakarta – Pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk mampu memacu daya saing industri makanan dan minuman (mamin) nasional…