Mengenal Permainan Tradisional Indonesia

Sabtu, 21/07/2012

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki warisan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam. Salah satunya adalah congklak, congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai nama-nama yang berbeda di Indonesia.

NERACA

Dalam permainan ini biasanya menggunakan sejenis cangkang kerang, atau terkadang biji-bijian seperti kopi sebagai biji congklak dalam permainannya. Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 buah biji atau buah congklak.

Baca juga: Promosikan Indonesia Dalam Festival Asia di London - "Wonderful Emerald of the Equator"

Permainan ini memang salah satu permainan legendaris Indonesia. Pada umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik.

Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua ujungnya. Setiap tujuh lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kanannya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya.

Baca juga: Indonesia Menjadi Tujuan Wisata Dunia - Rekor Tertinggi Capaian Wisman Dalam 10 Tahun Terakhir

Setelah biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, dia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka dia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya.

Bila habis di lubang kecil di sisinya maka dia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil. Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

Baca juga: Mengedepankan Pariwisata Indonesia Melalui Film Pendek - Raih Penghargaan ITFF

Permainan tradisional yang selanjutnya adalah Tang Umpet, atau Petak Umpet. Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing", kucing ini berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi. Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik badan sambil berhitung sampai 25, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apa saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan ke-10, mulailah ia beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Baca juga: Kenalkan WIsata Indonesia Ke Berlin - Raih "Best Exhibitors Awards"

Ketika si kucing menemukan temannya, dia akan menyebut nama temannya yang dia temukan tersebut. Yang seru adalah, ketika dia mencari, dia biasanya harus meninggalkan tempatnya.

Tempat tersebut jika disentuh oleh teman lainnya yang bersembunyi maka batallah semua teman-teman yang telah ditemukan, artinya ia harus mengulang lagi, di mana-teman-teman yang sudah ketemu dibebaskan dan akan bersembunyi lagi. Lalu si kucing akan menghitung dan mencari lagi.

Permainan akan berakhir setelah semua teman dapat ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya. Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu "kebakaran" yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

Baca juga: Pamerannya Kerajinan Terbesar Indonesia - The Jakarta International Handicraft Trade Fair 2015

Tidak hanya petak umpet dan congklak saja, masih banyak permainan tradisional lainnya. Kelereng salah satunya, mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca atau tanah liat.

Ukuran kelereng sangat bermacam-macam, umumnya 1,25 cm. Permainan kelereng ini biasanya dimainkan oleh anak sekolah dasar namun tidak hanya anak kecil saja, secara umum, orang dewasa pun banyak yang memainakannya. Ternyata, permainan kelereng juga dapat ditemukan di belahan dunia lain.

Sejak abad ke-12, di Prancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil. Lain halnya di Belanda, kelereng dikenal dengan nama knikkers. Di Inggris ada istilah marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat dari marmer yang didatangkan dari Jerman.

Baca juga: Pasola 2015, Permainan Perekat Jalinan Persaudaraan

Permainan yang selanjutnya adalah permainan Benteng. Permainan ini dimainkan oleh dua kelompok, masing–masing kelompok terdiri dari 4 sampai 8 orang. Kedua kelompok kemudian akan memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar yang disebut sebagai "benteng".

Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih "benteng" lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan "menawan" seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka.

Baca juga: Indonesia Fashion Week, Surganya Pecinta Fesyen

Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi "penawan", ditentukan dari siapa yang paling akhir menyentuh "benteng" mereka.

Dan yang terakhir kita bahas ialah gasing atau gangsing. Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

Baca juga: Upaya Membangun Pariwisata Indonesia - Pemberian Bebas Visa Kepada 5 Negara

Topik Terkait

permainan mengenal teman