Minat Menggadaikan Emas Masih Tinggi

Sabtu, 28/07/2012

NERACA

PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”) melalui unit usaha syariah (UUS). CIMB Niaga Syariah, terus mengembangkan bisnis gadai emas. Adanya kebutuhan uang tunai yang mendesak, ditambah sifat emas yang likuid, membuat pasar gadai emas masih terbuka lebar. Hal ini pula yang menjadi dasar pertimbangan CIMB Niaga Syariah untuk terus mengembangkan bisnis gadai emas ini.

Head of Syariah Banking CIMB Niaga U. Saefudin Noer mengungkapkan perbankan kini sudah menjadi pilihan masyarakat yang hendak menggadaikan emas miliknya.

“Selain tempat yang nyaman, faktor pelayanan juga menjadi salah satu pertimbangan dari masyarakat,” kata Saefudin.

Menurut dia, emas kini sudah menjadi pilihan investasi bagi masyarakat, di samping produk tabungan atau deposito dan properti. Yang menjadi pertimbangannya adalah, harga yang cenderung stabil dalam beberapa tahun terakhir, di samping sifatnya yang likuid, membuatnya mudah untuk dijual saat membutuhkan uang tunai.

Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No. 14/7/DpBs tertanggal 29 Februari 2012 tentang aturan gadai emas kian meningkatkan pamor bisnis gadai emas di perbankan syariah. Lewat aturan ini, Bank Indonesia (BI) menerapkan sejumlah pembatasan. Antara lain maksimal pembiayaan gadai per debitur mencapai Rp250 juta, dengan jangka waktu gadai maksimal 4 bulan, dan hanya dapat diperpanjang dua kali. Masa perpanjangan hanya berlaku bagi debitur yang tidak bisa menebus emas miliknya.

Yang terpenting dalam aturan baru ini adalah nasabah yang hendak melakukan gadai emas di perbankan, syariah harus memiliki wujud emas. Hal ini perlu dilakukan, untuk menghindari penyalahgunaan produk gadai emas tersebut.

“CIMB Niaga mendukung penuh aturan baru BI tentang gadai emas yang bertujuan untuk memajukan industri gadai emas. Pada dasarnya, yang namanya gadai seharusnya memang dilakukan untuk mendapatkan pendanaan dalam jangka pendek, dan bukan untuk aksi spekulasi,” terang Saefudin.

Saefudin menambahkan, CIMB Niaga Syariah telah menyesuaikan standard operating procedure (SOP) sesuai dengan aturan BI tersebut, dan telah menerapkannya di 67 gerai Gadai (Rahn Shop) yang tersebar di seluruh Indonesia (per Maret 2012) baik di jaringan kantor cabang syariah, Mikro Laju, maupun jaringan Preferred.

Bisnis gadai emas terus menjanjikan, di kuartal pertama 2012, pembiayaan gadai emas CIMB Niaga Syariah mencapai Rp57,98 miliar. Angka ini tumbuh 380% dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp12,09 miliar.

Menurut Saefudin, ke depan pihaknya masih optimistis akan perkembangan bisnis gadai emas. Pilihan untuk menggadaikan emas, terutama untuk menyiapkan pendanaan guna keperluan biaya pendidikan, Lebaran, Natal, serta liburan sekolah masih dilakukan oleh masyarakat.

“Alhasil, bisnis ini masih tetap menjanjikan,” ujar Saefudin.

Bisnis gadai emas, ternyata sudah banyak dilakukan oleh kalangan perbankan, bukan hanya monopoli CIMB NIaga. Salah satunya dilakukan oleh BNI Syariah atau disebut juga pembiayaan Rahn merupakan penyerahan jaminan / hak penguasaan secara fisik atas barang berharga berupa emas (lantakan dan atau perhiasan beserta aksesorisnya) kepada bank sebagai jaminan atas pembiayaan (qardh) yang diterima.

Gadai emas Syariah ini dapat dimanfaatkan oleh pelanggan yang membutuhkan dana jangka pendek dan keperluan yang mendesak. Misalnya menjelang tahun ajaran baru, hari raya, kebutuhan modal kerja jangka pendek dan sebagainya. (sahlan/agus)