Jumlah Penduduk Kaya Indonesia Naik Tajam

NERACA

Banjarmasin--jumlah penduduk kaya Indonesia sejak 2010 hingga saat ini meningkat tajam seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus membaik. "Kita tahu masyarakat miskin di Indonesia masih cukup banyak jumlahnya, namun bukan berarti kita menampik kemajuan atau masyarakat kaya untuk diangkat ke permukaan," kata Pengamat ekonomi nasional Cyrillus Harinowo Hadiwerdoyo.

Menurut Harinowo, pada 2010 penduduk kaya Indonesia sebanyak 30 juta orang dan 2011 naik menjadi 36 juta orang dan diprediksi hingga 2015 menjadi 60 juta orang. Sedangkan penduduk kelas menengah, juga meningkat tajam dari sebelumnya, hanya 131 juta orang kini menjadi 140 juta orang.

Kondisi tersebut terjadi, tambah Harinowo, karena saat ini Indonesia sedang mengalami kebangkitan ekonomi yang cukup besar, walaupun diketahui tidak sedikit warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan. "Kita tahu masyarakat miskin di Indonesia masih cukup banyak jumlahnya, namun bukan berarti kita menampik kemajuan atau masyarakat kaya untuk diangkat ke permukaan," paparnya

Malah Harinowo mencontohkan, saat ini beberapa perusahaan mobil besar seperti Toyota, Suzuki, Ford, Daihatsu dan lainnya, sedang meningkatkan produksi mobil di Indonesia secara besar-besaran, bahkan mereka produksi hampir dua kali lipat dari target awal.

Salah satu produsen, awalnya akan memproduksi hanya 80 ribu unit mobil ternyata karena lonjakan permintaan dinaikkan menjadi 150 ribu dan kini menembus angka 200 ribu unit.

Hal tersebut, kata dia, tidak hanya terjadi pada satu merk mobil saja, tetapi juga sebagian besar merk mobil lainnya juga mengalami peningkatan produksi yang sama.

Artinya, kata dia, Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, menjadi pasar yang cukup besar, bagi berbagai produk, mulai otomotif, penerbangan hingga makanan.

Industri otomotif nasional, kini juga kedatangan pemain baru yaitu General Motor yang membangun pabrik di Pondok Ungu Bekasi, dan pemain besar berikutnya yang akan muncul yaitu Ford.

Perusahaan Unilever juga sukses dan meraup keuntungan hingga triliunan rupiah dengan hanya satu produk ice cream Magnum, belum produk-produk lainnya yang merambah hingga ke perdesaan. Perusahaan lokal sejenis, Indofoods, Wings, Group Orang Tua, juga mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi.

Semakin meningkatnya kesejahteraan masyarkaat Indonesia, juga ditandai dengan gaya hidup dan pola makan yang awalnya hanya minum kopi di pinggiran, kini juga sudah beralih ke kedai mewah seperti Starbuks, Kopi Bengawan Solo, Kopi Luwak dan lainnya yang tumbuh pesat. "Di beberapa negara Starbuks banyak yang tutup, di Indonesia, justru terus menambah gerai dan kini mencapai 120 gerai," jelasnya

Begitu juga dengan industri penerbangan, Garuda baru saja mendapatkan penghargaan "the Best Airlines" dari Roy Morgan Australia, sebelumnya CAPA juga memberikan penghargaan yang sama. **cahyo

BERITA TERKAIT

Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

Indonesia Dorong Penyelesaian Kerangka Kerja Sama RCEP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong penyelesaian tiga bab kerangka kerja sama dalam perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic…

Wakil Ketua MPR RI - Bangsa Indonesia Agar Komit Jaga Pancasila-NKRI

Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR RI Bangsa Indonesia Agar Komit Jaga Pancasila-NKRI Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Mewaspadai Inflasi Di Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai ancaman…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…