Produksi Bukit Asam Capai 6,7 Juta Ton di Semester Pertama

NERACA

Jakarta - Sepanjang semester I tahun ini, emiten tambang batubara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan produksi batubaranya mampu mencapai 6,7 juta ton atau naik cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Produksi batubara tahun ini naik 14-15% di semester satu dibanding periode yang sama tahun lalu, sekitar 6,7 juta ton," kata Direktur Utama PTBA Milawarma di Jakarta, Senin (16/7).

Selain peningkatan produksi batubara, Mila juga menyebutkan kenaikan penjualan batubara sebesar 15% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Kita targetkan produksi penjualan tahun ini 15-17 juta dari tambang kita baik di Sumatera Selatan, Riau maupun Kalimantan Timur," tuturnya.

Dia mengklaim, produksi batubara PTBA didominasi untuk konsumsi dalam negeri. Mila menyebutkan, 65% produksi batubara untuk kebutuhan nasional, sedangkan 35% sisanya untuk ekspor. "Dari 65 persen konsumen domestik itu, 80-90% nya pelanggan kita adalah PLN dan anak perusahaannya, lalu pabrik semen," jelasnya.

Per Maret 2012 PTBA mencatat laba bersih Rp 867,35 miliar atau naik 14% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 760,33 miliar. Pendapatan perseroan tumbuh 30,17% menjadi Rp 3,02 triliun dari Rp 2,32 triliun. Pencapaian laba bersih perseroan tersebut merupakan 20,13% dari target akhir tahun ini Rp 3,6 triliun sedangkan pendapatan mencapai 24,09% dari target akhir tahun sebesar Rp 15 triliun.

Kenaikan kinerja perseroan tersebut didukung oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata. Selama 3 bulan pertama ini perseroan mencatat kenaikan produksi batubara 12% menjadi 3,37 juta ton dari sebelumnya 3,1 juta ton. Sementara pertumbuhan volume jual lebih besar yakni 26% menjadi 3,86 juta ton dari sebelumya 3 juta ton. Selain itu, harga jual rata-rata mengalami peningkatan 4% ke level Rp 781,142 per ton dari sebelumnya Rp 751,46 per ton.

Pada 2011, PTBA berhasil menjual 13,47 juta ton batubara dengan market share 65% pasar domestik, dari penjualan tersebut perusahaan BUMN ini berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 10,58 triliun atau 34% lebih tinggi dibandingkan pendapatan usaha tahun 2010. "Tahun buku 2011 laba bersih kami (PTBA) mencapai Rp 3,09 triliun atau naik 54% dibandingkan laba bersih tahun buku 2010. Kontribusi terbesar dari perolehan laba bersih tersebut berasal dari penjualan batubara sebesar 13,47 juta ton," kata Milawarma.

Dia menuturkan, atas penjualan tersebut, perseroannya pada tahun buku 2011 mencatat pendapatan usaha Rp 10,58 triliun atau 34% lebih tinggi dibandingkan pendapatan usaha di 2010 sebesar Rp 7,91 triliun. Volume penjualan 13,47 juta ton batubara tersebut naik 4% dibandingkan volume penjualan 2010 sebesar 12,95 juta ton. Naiknya laba bersih kami sendiri tidak lepas dari kondisi pasar yang baik serta kinerja operasional yang jauh lebih baik. (didi)

BERITA TERKAIT

Kinerja PLN Jabar Semester Pertama 2018 Meningkat

Kinerja PLN Jabar Semester Pertama 2018 Meningkat NERACA Bandung - Kinerja PLN Distribusi Jawa Barat (Jabar) pada semester pertama tahun…

Taiwan akan Jadikan Indonesia Basis Produksi di Asia

      NERACA   Jakarta - Pemerintah New Taipei City bekerjasama dengan Taiwan External Trade and Development Council di…

Pengguna Internet 93,4 Juta, Bisnis Online RI Tembus US$12 Miliar - Perdagangan Daring

NERACA Jakarta – Nilai bisnis online di Indonesia mencapai US$12 miliar seiring dengan tingginya pengguna internet yang tercatat 93,4 juta…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…