Semester I, Penjualan Ramayana Capai 3,067 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang semester I-2012, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatatkan penjualan gerai mencapai Rp3,067 triliun. Tumbuhnya penjualan gerai didorong dari ekspansi dan juga ditopang pertumbuhan ekonomi yang positif.

Sekretaris Perusahaan Ramayana Lestari Sentosa, Setyadi Surya mengatakan, terus bertambahnya ekspansi gerai memberikan kontribusi besar terhadap peraihan penjualan perseroan, “Pendorongnya meningkaykan penjualan, dari internal adalah ekspansi gerai dan sekaligus ditopang faktor makro, yaitu pertumbuhan ekonomi yang bagus dan daya beli yang menguat,”katanya di Jakarta, Senin (16/7)).

Selain itu, perseroan juga merinci pertumbuhan yang terbagi dalam berbagai kawasan. Untuk Jakarta, dia mengatakan omsetnya tercatat naik 13,9%. Sedangkan di Jawa lebih tinggi, yaitu 15,1%. Pertumbuhan di Pulau Jawa yang besar, kata Setyadi menandakan bahwa pasar di Jawa masih berpotensi bagi bisnis retail.

Sepanjang tahun ini, perseroan memang berencana menambah jumlah gerai menjadi 112 gerai hingga akhir tahun mendatang. Jumlah gerai eksisting sudah mencapai 107 unit sampai akhir tahun lalu, dan tahun ini berencana membuka lima gerai lagi.

Sebelumnya, perseroan berencana menambah dua gerai lagi di semester dua, guna meningkatkan penjualan. Gerai yang akan dibuka bulan Juli ini berada di daerah Parung Jawa Barat dan satu gerai lagi di Sorong, Papua Barat sekitar bulan Agustus hingga Oktober 2012.

Dengan adanya rencana penambahan dua gerai di semester dua nanti, secara total tahun ini Ramayana menambah lima gerai. Hingga saat ini, perseroan telah membuka tiga gerai di Lampung, Cirebon dan Kebayoran Lama, Jakarta.

Belanja Modal

Perusahaan menganggarkan belanja modal alias capex sekitar Rp 500-600 miliar untuk tahun ini. Dimana dana capex berasal dari kas internal perusahaan dan akan digunakan untuk penambahan gerai dan operasional.

Sebagai catatan, untuk membangun setiap gerai baru, Ramayana membutuhkan investasi sekitar Rp 30 miliar - Rp 60 miliar. Dari penambahan gerai dan strategi pengembangan bisnis di tahun 2012, perusahaan menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 16% menjadi Rp 5,89 triliun. Pendapatan Ramayana di tahun 2011 mencapai Rp 5,08 triliun.

Dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, Surya memperkirakan laba bersih tahun 2012 dapat naik 8% dibanding tahun 2011, menjadi Rp Rp 407,78 miliar. Menurut Surya, pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan perusahaan.

Saat ini perseroan masih fokus pada pengembangan di pulau Jawa karena sudah didukung oleh jaringan distribusi yang kuat. Perseroan juga akan meningkatkan efisiensi operasional, melalui kontrol yang ketat dari seluruh biaya dan produktivitas tinggi. "Kami juga terus meningkatkan kinerja penjualan terutama di pulau-pulau luar Jawa," ujar Surya. (bani)

BERITA TERKAIT

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun ke PLN

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000…

Medco Energi Pacu Ekspansi Bisnis Minyak - Private Placement Rp 1,54 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, emiten pertambangan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) bakal menggelar private…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…