Pemerintah Masih Yakin Pertumbuhan Lebihi 6,8%

NERACA

Jakarta---Pemerintah masih optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 mendatang bisa mencapai antara 6,8% hingga 7,2%. Alasanya, proyeksi pertumbuhan tahun depan itu dapat dicapai, dengan melihat komposisi konsumsi masyarakat, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor.

“Kami masih berkeyakinan pertumbuhan ekonomi pada range 6,8%-7,2 % pada 2013 itu masih bisa kita capai, hanya tinggal angkanya nanti apakah mendekati 6,8% atau mendekati 7,2 %," kata Wakil Menteri Keuanga, Anny Ratnawati dalam Diskusi terkait asumsi pertumbuhan ekonomi, di Menara Kadin, Jakarta, Senin (16/7).

Diakui Anny, angka ekspor melandai karena penurunan permintaan dunia, namun hal itu bisa ditutupi oleh peningkatan investasi. "Konsumsi saya lihat trend-nya naik, kontribusi GDP itu terbesar dari konsumsi. Jadi konsumsi publik ini tidak boleh terganggu. Kemudian government expenditure (pengeluaran pemerintah),” tambahnya

Ditempat yang sama,Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur, memiliki pandangan bahwa BI Rate yang dipatok sebesar 5,75 % akan mengalami kenaikan. "Saya pikir kurang akurat melihat indikator suku bunga acuan yang ditetapkan sebesar 5,75 % Soalnya, inflasi ke depan akan naik. Kan sebentar lagi mau bulan Suci Ramadhan, maka otomatis harga-harga akan naik,” kata Natsir

Natsir mengatakan, inflasi ke depan pasti akan naik mengingat masyarakat Indonesia akan meningkatkan daya belinya di bulan Ramadhan. Artinya, inflasi akan naik dengan hal itu. "Menurut saya naik. Sekitar 1 % naiknya. Nah, BI Rate harusnya naik juga bila melihat indikatornya inflasi. Pasti naiklah,” terangnya.

Kenaikan ini menurutnya karena kenaikan bahan baku pangan yang beredar di masyrakat. Dengan masih tergantungnya bahan pangan dari import, maka harga-harga akan naik."60 % pangan masih import jadi kemungkinan bakal naik," jelasnya.

Dikatakan Natsir, Bank Indonesia (BI) juga perlu berpihak kepada sektor riil. Soalnya, BI dinilai belum berpihak kepada sektor riil. Hal ini terlihat dari SBDK yang masih double digit. "Bisa saja upaya keberpihakan BI dengan penurunan SBDK. Kan selama ini double digit. Nah, kita maunya agar suku bunga perbankan bisa single digit," katanya.

Pada kesempatan yang sama,Natsir juga mengungkapkan hingga sekarang pemerintah dan DPR belum bersinergi dalam upaya peningkatan pertumbuhan sektor riil. Padahal, sinergi bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. “Harusnya pemerintah, DPR, dan swasta bersinergi dan saling mendukung untuk pertumbuhan sektor riil pada waktu mendatang,” ujarnya

Menurut Natsir, lembaga-lembaga yang ada masih berada pada posisi ego sektoral masing-masing. “Mereka masih ego sektoral masing-masing. Padahal harusnya saling bersinergi. Kalau perlu beri punsihment bagi Kementerian yang belum berpihak kepada pertumbuhan sektor riil. Misalnya, potong anggaran bagi Kementerian yang tidak berpihak,” pungkasnya. **iwan

BERITA TERKAIT

Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan 5,3% di 2018

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 sebesar 5,3 persen, lebih tinggi dari…

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi - Topang Pertumbuhan Industri 2018

Kemenperin Dorong PGN Amankan Kebutuhan Energi Topang Pertumbuhan Industri 2018 NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong badan usaha di…

Investasi Sulsel Masih Terpusat di Makassar

NERACA Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengungkapkan, investasi saham untuk wilayah Sulawesi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…