Rights Issue BTN Masih Nunggu Izin DPR Komis XI

Meskipun rencana PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menerbitkan rights issue sudah matang, tetapi belum bisa dieksekusi lantaran masih menunggu restu atau izin dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) komisi XI.

Wakil Direktur BTN Evi Firmansyah menyampaikan harapannya, agar izin pelaksanaan rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT) dari Komisi XI DPR bisa diraih pada kuartal ketiga 2012, “Kami telah mendapatkan izin dari komisi VI DPR-RI. Saat ini kami sedang proses untuk mendapatkan izin dari Komisi XI DPR-RI, nanti setelah reses dan izin didapatkan baru dilakukan pelaksanaan rights issue tersebut," katanya di Jakarta, Senin (16/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, hingga kini belum ada perubahan jadwal untuk pelaksanaan rights issue. Pihaknya mengharapkan dapat melaksanakan rights issue pada Oktober 2012. Perseroan menargetkan dapat memperoleh dana sekitar Rp2 triliun dari hasil rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT).

Dana hasil rights issue akan digunakan perseroan untuk memperkuat modal dan ekspansi kredit. "Untuk equity, sehingga capital adequacy ratio (CAR) sebesar 19%-20%. Saat ini CAR kami sekitar 15%-16%," kata Evi.

Manajemen BTN juga akan melakukan roadshow ke luar negeri untuk pelaksanaan right issue. Evi menuturkan, pihaknya akan melakukan roadshow ke Singapura, Hongkong, London, dan Edinburg. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Mayapada Raup Dana Rp 1,331 Triliun - Pemegang Saham Serap Rights Issue

NERACA Jakarta –Aksi korporasi PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) menggelar rights issue dalam penawaran umum terbatas (PUT) XI, sudah…

Nusantara Infrastructure Tunda Rights Issue

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) urung mengeksekusi rencana penawaran umum melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights…

BTN Perkenalkan Fintech di Pondok Pesantren - Dukung Industri Digital

Dukung pengembangan teknologi digital guna memudahkan layanan transaksi keuangan , PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dukung pengembangan aplikasi fintech…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…