Gandeng Century 21, Propertykita Genjot Pertumbuhan Bisnis

NERACA

Jakarta - Portal pemasaran properti terbesar di Indonesia, www.propertykita.com., terus menggenjot pertumbuhan bisnisnya dengan menggaet broker properti Century21 sebagai mitra usaha. Tahun lalu, bisnis portal properti terbesar di tanah air ini tumbuh hingga 600%.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) PropertyKita.com Ricky Condrad, melalui kerjasama dengan perusahaan broker properti papan atas seperti Century21, maka jumlah listing atau daftar properti yang ditawarkan akan bertambah.

“Jika broker Century yang aktif dengan online sekitar 900 orang dan memiliki rata-rata 10 properti, akan ada tambahan 9.000 listing,” kata Ricky usai menandatangani naskah kerjasama Propertykita dan Century21 di Jakarta, kemarin.

Ricky menyebut, pasokan data dari Century21 akan membuat listing properti yang ada di portal Propertykita makin berkualitas. Pasalnya, data itu langsung berasal dari pemasaran yang memang ingin menjual produk properti. “Listing yang berkualitas akan membuat pengunjung kami makin terbantu,” ujarnya.

Adanya portal belanja properti, papar Ricky, membantu konsumen yang tak sempat mengunjungi lokasi proyek properti yang kebanyakan berada di pinggir Jakarta. “Daripada mereka bolak-balik mencari rumah dengan mengunjungi berbagai proyek, mereka akan lebih mudah mencarinya lewat portal Propertykita,” jelasnya.

Dia menambahkan, hingga semester pertama tahun 2012, pengunjung yang membuka situs ini sebanyak 350-400 ribu, naik dari tahun lalu yang berkisar 150-200 ribu pengunjung.

Sementara itu, Andri Witjaksono, Vice Executive Director Century 21 Indonesia mengatakan, kerja sama dengan portal properti nasional terbesar di Indonesia itu untuk meningkatkan kinerja member broker dan marketing associate Century 21 Indonesia di seluruh Indonesia. Broker properti waralaba dari Amerika Serikat tersebut saat ini memiliki 70 kantor broker, dimana setiap kantor memiliki 70-100 agen properti.

Dia menyebut, Century21 terus memperluas jaringan pemasaran dan menggenjot penjualan. Dalam tahun ini, Century21 mengejar pertumbuhan target omset sebesar 20% dibanding tahun lalu. Pertumbuhan tersebut diharapkan berasal dari pasar sekunder sebesar 70% dan primer 30%.

“Pada semester II-2012 kami akan sedikit kurangi pertumbuhannya, karena di semester I-2012 sudah cukup tinggi. Selain itu, ada momen puasa dan Lebaran di awal semester ini yang akan memengaruhi penjualan,” urai Andri Witjaksono.

Kendati demikian, Andri mengaku optimis pertumbuhan penjualan pada semester II dapat lebih tinggi dibandingkan enam bulan pertama 2012. Alasannya, selain didukung suku bunga rendah, faktor ekonomi nasional masih tetap tumbuh, sehingga menggerakkan pertumbuhan industri properti hingga ke puncak (booming).

Namun, pada 2013 pertumbuhan di sektor properti melambat lantaran diperkirakan ada imbas dari krisis ekonomi Eropa ke Indonesia. Imbas itu akan menyebabkan adanya kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah.

“Tahun 2012 hingga awal 2013 memang masih terjadi booming, tetapi siapa yang menjamin pada kuartal II-2013 tidak akan terjadi pelambatan permintaan,” jelasnya.

Maka dari itu, sambungnya, Century21 Indonesia akan menggenjot penjualan di pasar sekunder sepanjang semester II sebelum terjadinya penurunan permintaan tahun depan. Antisipasi itu dilakukan seiring dengan menambah marketing associate yang rata-rata per tahun sebanyak 1.000 orang. Saat ini jumlah broker Century sekitar 2.800-an orang. “Kami juga akan tambah sekitar 25 kantor cabang di daerah,” tutur Andri.

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…

TICMI Latih Dosen Bersertifikasi WPPE - Gandeng Kerjasama BEI

NERACA Jayapura – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura, Provinsi Papua bekerja sama dengan The Indonesia Capital Market Institute…

Genjot Investasi dan Ekspor, IKTA Dipacu Perdalam Struktur

NERACA Jakarta – Industri Kimia, Tektsil, dan Aneka (IKTA) merupakan kelompok sektor manufaktur yang berkontribusi signfikan terhadap Produk Domestik Bruto…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Menperin Nilai Indonesia Siap ke Arah Industri Berbasis Digital

NERACA Jakarta – Pelaku industri nasional perlu memanfaatkan perkembangan bisnis dan teknologi dari era ekonomi digital saat ini, seperti yang…

KKP Bikin Percontohan Teknologi RAS Pada Unit Pembenihan Rakyat

NERACA Yogyakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan tinjauan langsung ke Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di desa wisata…

Dunia Usaha - Penerapan Industry 4.0 Buka Peluang Kerja Baru Lebih Spesifik

NERACA Jakarta – Penerapan sistem Industry 4.0 dinilai dapat menghasilkan peluang pekerjaan baru yang lebih spesifik, terutama yang membutuhkan kompetensi…