Nilai Tukar Rupiah Menguat 30 Poin

BI Lakukan Intervensi

Selasa, 17/07/2012

NERACA

Jakarta---Apresiasi nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan sore menguat sekitar 30 poin. Ada pergerakan 30 poin menjadi Rp9.440 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.470 per dolar AS. "BI terus melakukan intervensi,” kata pengamat pasar Milenium Danatama Sekuritas, Abidin di Jakarta, Senin,16/7

Menurut Abidin, langkah BI yang terus melakukan intervensi rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar AS di pasar uang memang membuat rupiah terdongkrak tajam. “Sejauh ini nilai tukar masih cukup aman di kisaran level Rp9.400 per dolar AS. Kondisi itu, dilakukan agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai," terangnya

Lebih jauh kata Abidin, rupiah akan terus berfluktuasi terhadap dolar AS dengan tren pelemahan seiring dengan kondisi krisis di Eropa sehigga membuat permintaan terhadap mata uang dolar AS meningkat. "Tekanan rupiah karena faktor eksternal, yang penting menjaganya tetap di kisaran aman," ujarnya

Sementara Pengamat pasar Monex Investindo Futures, Johanes Ginting menambahkan, mata uang rupiah mampu meningkat seiring investor memangkas sebagian posisi "bearish". "Data China cukup meredam kecemasan perlambatan ekonomi global sehingga memangkas sentimen resiko secara luas," paparnya

Meski demikian, kata Ginting, penurunan peringkat Italia masih menyisakan keraguan atas kemampuan pemerintahnya dalam menanggulangi krisis utang. "Moodys memangkas rating hutang Italia sebanyak dua tingkat menjadi Baa2," jelasnya

Ditempat terpisah, analis valas, rahadyo Anggoro sudah memprediksi rupiah diprediksi mendapat tekanan dan bergerak melemah mengawali perdagangan awal pekan ini. Nilai rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) ditaksir akan berada di level Rp9.400 per USD.

Analis valas, rahadyo Anggoro memperkirakan, rupiah akan diperdagangkan di level Rp9.475-9.525 per USD. "Pasar masih akan digerakkan oleh sentimen dari Uni Eropa, yakni terkait realisasi pertemuan pimpinan Eropa Juni lalu," ungkapnya

Sementara itu, ada pula faktor dalam negeri yang juga mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Revisi target pertumbuhan ekonomi ke 6-6,5 persen dengan tidak menurunkan tingkat suku bunga acuan di 5,75 persen akan memberikan sentiment negatif terhadap pergerakan rupiah.

Sebagaimana diketahui pada perdagangan akhir pekan lalu, rupiah ditutup melemah. Pelemahan ini dipengaruhi oleh merosotnya nilai mata uang euro terhadap dolar, yang sepekan sempat ke posisi 1,2167. "Selain itu level Non Delivery Forward (NDF), perdagangan rupiah di pasar valas luar negeri masih melemah ke posisi Rp9.520 per USD sampai penutupan perdagangan sebelumnya," akunya. **