Bakrie Sumatera Plantations Raih Pinjaman US$199,6 Juta

Selasa, 17/07/2012

NERACA

Jakarta – Emiten perkebunan milik grup Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) pada 11 Juli 2012 menandatangani beberapa perjanjian pinjaman dengan total jumlah pokok sampai dengan US$199,6 juta.

Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/7). Disebutkan, pinjaman tersebut untuk beberapa anak usaha perseroan yang secara langsung maupun tidak langsung. Mereka adalah PT Multrada Multi Maju, PT Padang Bolak Jaya, PT Trimitra Sumber perkasa, PT Perjapin Prima, PT Eramitra Agrolestari dan PT Jambi Agrowijaya.

Pinjaman tersebut berasal dari Al Finance BV, Agri Resources BV, dan PT Nibung Arthamulia. Sementara NDB Agent Limited sebagai agen fasilitas. Untuk The Bank of New York Mellon, London Branch sebagai agen jaminan luar negeri. PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai agen jaminan dalam negeri.

Nantinya, pinjaman ini digunakan untuk melunasi kewajiban Al Finance BV atas penerbitan Senor Secured Notes senilai US$150 juta. Asal tahu saja, UNSP mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 84,6 miliar pada kuartal I-2012. Angka ini turun 63% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp229,6 miliar.

Turunnya laba ini antara lain disebabkan oleh penjualan bersihnya yang turun Rp 1,01 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp 1,14 triliun. Alhasil, laba bruto perseroan turun Rp 615,37 miliar dari sebelumnya Rp 718,75 miliar.

Selanjutnya, laba sebelum beban pajak penghasilan perusahaan yang merupakan bagian dari kelompok usaha Bakrie ini tercatat Rp109,9 miliar. Turun dari sebelumnya Rp325,8 miliar. Penurunan juga terlihat pada posisi kas dan setara kas perseroan yang menjadi Rp 165,69 miliar dari periode sebelumnya Rp 329,7 miliar. Walau begitu, total aset perseroan tercatat naik menjadi Rp 19,1 triliun dari sebelumnya Rp 18,7 miliar.

Pada tahun 2011, UNSP mencatat penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 8,16%. Laba perseroan menjadi Rp 744,88 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 805,63 miliar.

Sementara untuk penjualan, perusahaan yang bergerak dalam industri perkebunan mencatatkan kenaikan penjualan bersih menjadi Rp 4,36 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,93 triliun. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp 2,57 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp 1,66 triliun.

Laba kotor naik menjadi Rp 1,79 triliun di akhir Desember 2011, dibanding sebelumnya laba kotor berada di posisi Rp 1,27 triliun. Laba sebelum beban pajak penghasilan naik menjadi Rp 1,11 triliun pada 2011.

Lebih jauh, kewajiban perseroan tahun lalu berhasil diturunkan dari Rp 9,95 triliun menjadi Rp9,64 triliun. Sementara aset perseroan naik menjadi Rp 18,70 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp 18,49 triliun. (didi)