Bakrie Sumatera Plantations Raih Pinjaman US$199,6 Juta

NERACA

Jakarta – Emiten perkebunan milik grup Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) pada 11 Juli 2012 menandatangani beberapa perjanjian pinjaman dengan total jumlah pokok sampai dengan US$199,6 juta.

Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/7). Disebutkan, pinjaman tersebut untuk beberapa anak usaha perseroan yang secara langsung maupun tidak langsung. Mereka adalah PT Multrada Multi Maju, PT Padang Bolak Jaya, PT Trimitra Sumber perkasa, PT Perjapin Prima, PT Eramitra Agrolestari dan PT Jambi Agrowijaya.

Pinjaman tersebut berasal dari Al Finance BV, Agri Resources BV, dan PT Nibung Arthamulia. Sementara NDB Agent Limited sebagai agen fasilitas. Untuk The Bank of New York Mellon, London Branch sebagai agen jaminan luar negeri. PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai agen jaminan dalam negeri.

Nantinya, pinjaman ini digunakan untuk melunasi kewajiban Al Finance BV atas penerbitan Senor Secured Notes senilai US$150 juta. Asal tahu saja, UNSP mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 84,6 miliar pada kuartal I-2012. Angka ini turun 63% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp229,6 miliar.

Turunnya laba ini antara lain disebabkan oleh penjualan bersihnya yang turun Rp 1,01 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp 1,14 triliun. Alhasil, laba bruto perseroan turun Rp 615,37 miliar dari sebelumnya Rp 718,75 miliar.

Selanjutnya, laba sebelum beban pajak penghasilan perusahaan yang merupakan bagian dari kelompok usaha Bakrie ini tercatat Rp109,9 miliar. Turun dari sebelumnya Rp325,8 miliar. Penurunan juga terlihat pada posisi kas dan setara kas perseroan yang menjadi Rp 165,69 miliar dari periode sebelumnya Rp 329,7 miliar. Walau begitu, total aset perseroan tercatat naik menjadi Rp 19,1 triliun dari sebelumnya Rp 18,7 miliar.

Pada tahun 2011, UNSP mencatat penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 8,16%. Laba perseroan menjadi Rp 744,88 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 805,63 miliar.

Sementara untuk penjualan, perusahaan yang bergerak dalam industri perkebunan mencatatkan kenaikan penjualan bersih menjadi Rp 4,36 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,93 triliun. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp 2,57 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp 1,66 triliun.

Laba kotor naik menjadi Rp 1,79 triliun di akhir Desember 2011, dibanding sebelumnya laba kotor berada di posisi Rp 1,27 triliun. Laba sebelum beban pajak penghasilan naik menjadi Rp 1,11 triliun pada 2011.

Lebih jauh, kewajiban perseroan tahun lalu berhasil diturunkan dari Rp 9,95 triliun menjadi Rp9,64 triliun. Sementara aset perseroan naik menjadi Rp 18,70 triliun pada 2011 dari periode sama sebelumnya Rp 18,49 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

Surya Semesta Raih Pinjaman Rp 1,38 Triliun - Bangunan Kawasan di Subang

NERACA Jakarta – Danai pembangunan tahap satu proyek industri dengan total luas 2000 hektar di Subang, Jawa Barat, PT Surya…

Dukung Transaksi Non Tunai, Bank DKI Raih Penghargaan

      NERACA   Jakarta - Bank DKI meraih penghargaan The 1st Trendsetter e-Money dan peringkat II E-banking kategori…

KSEI Catatkan Jumlah Investor 1,3 Juta

NERACA Jakarta – Seiring agresifnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengkampanyekan program Yuk Nabung Saham, kini jumlah investor lokal di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…