Banyak Bank Bisa Ikut “Terseret” - Terkait Skandal Libor

NERACA

Jakarta – Skandal Libor diperkirakan akan berdampak luas dan bisa menyeret sejumlah bank yang diduga ikut terlibat. Peringatan ini terindikasi dari adanya memo yang beredar minggu lalu yang menyebutkan pengungkapan rival-rivalnya akan memperjelas kesalahan Barclays.

Manajer senior di Barclays sudah memperingatkan para staf melalui memo internal. Sementara itu mantan chief operating officer Barclays, Jerry del Missier sudah menjadi tersangka karena salah mengira perkataan Bank of England pada 2008 yang menyuruh Barclays memanipulasi atau mengurangi laporan beban pinjamannya.

Libor (London Interbank Offered Rate) adalah patokan tingkat suku bunga yang diatur setiap hari oleh Asosiasi Bankir Inggris berdasarkan suku bunga 16 bank internasional besar berbasis di London yang harus dilaporkan demi meminjam uang tunai dari bank-bank lain.

Libor digunakan sebagai patokan kontrak keuangan, beberapa di antaranya hipotek yang bernilai trilyunan poundsterling. Beberapa bank di Inggris dan AS saat ini sedang berada dalam penyelidikan terkait manipulasi Libor.

Menurut penjelasan Barclays tentang kejadian Oktober 2008 itu, kepala perbankan investigasi Bob Diamond terus mendiskusikan tingginya laporan suku bunga Barclays dengan deputi gubernur Bank of England Paul Tucker.

Ada ketakutan kalau tingginya beban peminjaman Barclays dibanding bank-bank lain bisa diinterpretasikan oleh pasar keuangan sebagai tanda-tanda bank ini bermasalah. Menurut Barclays, del Missier lalu salah mengartikan kesimpulan pesan Diamond. Dikiranya Bank of England sudah mengizinkan Barclays untuk memanipulasi beban pinjaman mereka supaya seragam dengan bank-bank lain.

Senin ini, del Missier akan mengikuti langkah Tucker dan Diamond yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai chief executive dan chairman Barclays Marcus Agius muncul di Commons Treasury Committee awal bulan ini.

Sementara itu, sepertinya Barclays yakin bahwa keterlibatan bank-bank lain dalam skandal Libor akan lebih parah daripada mereka.

Berdasarkan memo Barclays pada para stafnya seperti dilansir dari CNBC (16/7/2012): “Begitu bank lain selesai berurusan dengan otoritas dan detil mereka diumumkan ke publik, berbagai pertanyaan pemerintah menemui titik terang, situasi kita akan segera menjadi lebih jelas.”

Memo dari Agius dan eksekutif senior lainnya mengakui bahwa customer, pemegang saham dan regulator punya hak untuk merasa kecewa dengan Barclays setelah pengakuan manipulasi Libor dan denda 290 juta poundsterling dari regulator Inggris dan AS.

Jumat lalu, muncul kabar bahwa Federal Reserve Bank of New York yang bertanggungjawab mengawasi bank-bank di seluruh AS telah mendiskusikan tentang bagaimana Libor diatur pada awal Mei 2008.

Timothy Geithner, Menteri Keuangan AS saat ini sekaligus kepala New York Federal Reserve saat itu mengirim email ke Gubernur Bank of England, Sir Mervyn King berisi saran bagaimana mencegah kesalahan laporan beban pinjaman bank. **

BERITA TERKAIT

Milenial Masif, Industri Kreatif Bisa Fenomenal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bertekad untuk terus menumbuhkan sektor industri…

Dikategorikan B3, Limbah Faba Masih Bisa Dimanfaatkan

      NERACA   Jakarta - Industri manufaktur berperan penting dalam implementasi konsep ekonomi berkelanjutan. Selain akan menjadi tren…

Bank Permata Diminta Tutup Rekening Penipuan Mengatasnamakan Sanken

Bank Permata Diminta Tutup Rekening Penipuan Mengatasnamakan Sanken NERACA Jakarta - Sanken mengharapkan manajemen Bank Permata untuk segera menutup rekening…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Catatkan Perolehan Laba Rp 13,5 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan perolehan laba konsolidasi tumbuh 11,1% mencapai Rp13,5 triliun, kualitas kredit…

Survei BI : Pertumbuhan Kredit Baru Capai 78,3%

    NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan II-2019…

Perbankan Harap BI Turunkan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta – Desakan agar Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse…