Pergerakan IHSG Masih Pertahankan Penguatan Kemarin

NERACA

Jakarta – Mengawali perdagangan saham Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat terbatas 27,792 poin (0,69%) ke level 4.047,465. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 4,281 poin (0,62%) ke level 691,461. Masih berlanjutnya aksi beli investor terhadap saham-saham yang masih murah mampu menyelematkan indeks BEI dari zona merah.

Sementara koreksi saham-saham konsumer menghambat laju penguatan IHSG, “IHSG menguat namun masih di kisaran terbatas seiring harapan pasar terhadap stimulus penanganan krisis di Eropa yang belum dapat dipastikan," kata Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada di Jakarta, Senin (16/7).

Dia menambahkan, tertekannya bursa Eropa pada awal perdagangan Senin awal pekan menjadi salah satu sentimen negatif bagi pelaku pasar sehingga menahan aktifitas beli pada perdagangan awal pekan ini. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih akan bergerak positif dengan kecenderungan menguat. Indeks BEI diperkirakan masih berada di level 4.050.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham di sektor konsumer dan manufaktur terkena aksi ambil untung sehingga terkoreksi. Koreksi ini sempat menghambat laju penguatan IHSG. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 158,231 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 103.938 kali pada volume 6,336 juta lot saham senilai Rp 3,682 triliun. Sebanyak 160 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 850 ke Rp 23.750, Succaco (SCCO) naik Rp 500 ke Rp 5.100, Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 350 ke Rp 10.600, dan HM Sampoerna (HSMP) naik Rp 350 ke Rp 50.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 10.000 ke Rp 690.000, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 200 ke Rp 4.100, Resources alam (KKGI) turun Rp 175 ke Rp 4.100, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 6.600.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI dibuka menguat 37,946 poin (0,94%) ke level 4.057,619. Sementara Indeks LQ45 menanjak 6,802 poin (0,98%) ke level 693,982. Aski borong saham banyak dilakukan investor lokal, targetnya saham-saham unggulan yang harganya masih murah. Sedangkan investor asing memilih untuk wait and see.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 55.149 kali pada volume 3,049 juta lot saham senilai Rp 1,798 triliun. Sebanyak 151 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 950 ke Rp 23.850, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 60.000, HM Sampoerna (HSMP) naik Rp 400 ke Rp 50.400, dan Bayan (BYAN) naik Rp 350 ke Rp 11.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Duta Pertiwi (DPNS) turun Rp 120 ke Rp 570, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 110 ke Rp 1.760, Supermarket (HERO) turun Rp 100 ke Rp 3.330, dan Inovisi (INVS) turun Rp 100 ke Rp 6.200.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 16,17 poin atau 0,40% ke posisi 4.035,84, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,15 poin (0,60%) ke level 691,33. "Mayoritas bursa Asia dibuka menguat sekitar 0,5% memfaktorkan penguatan bursa AS dan komoditas di akhir pekan lalu," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, spekulasi China kembali melakukan stimulus semakin menguat setelah di akhir pekan Perdana Menteri China menyatakan momentum perekonomian China masih melemah. Dari dalam negeri, kata dia, sentimen domestik awal pekan ini akan berasal dari antisipasi rilis kinerja emiten di kuartal kedua 2012.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas Jeff Tan menambahkan, pada perdagangan Senin secara teknikal indeks BEI diperkirakan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat, pada kisaran 3.950-4.040 poin. "Spekulasi akan adanya kebijakan stimulus maupun perlonggaran kebijakan moneter dari pemerintah China memberikan sentimen terhadap indeks BEI," ungkapnya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 9,82 poin (0,05%) ke level 19.102,45, indeks Nikkei-225 naik 4,11 poin (0,05%) ke level 8.724,12 dan Straits Times menguat 4,36 poin atau 0,15% ke level 2.999,92. (bani)

BERITA TERKAIT

Pergerakan Modal, Akuisisi dan Merger

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Ketika kekuasaan bersatu dan bekerjasama dengan pengendali modal global membangun perekonomian…

BEI Taksir Indeks Bisa Capai Level 6000 - Peluang IHSG di Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal tetap terus tumbuh, meskipun dana asing keluar di pasar modal juga cukup…

BEI Taksir Indeks Bisa Capai Level 6000 - Peluang IHSG di Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal tetap terus tumbuh, meskipun dana asing keluar di pasar modal juga cukup…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…