BNI Jateng Pacu Pertumbuhan Kredit Produktif

NERACA

Semarang---Bank BNI Kanwil Semarang terus memacu pertumbuhan kredit pada sektor produktif sejalan dengan strategi BNI dalam mengembangkan sektor-sektor ekonomi unggulan di berbagai daerah. "Sampai akhir Mei kredit produktif BNI di Jateng dan DIY mencapai Rp82,9 triliun atau 64% dari komposisi kredit yang disalurkan," kata Pimpinan bisnis perbankan BNI Kantor Wilayah Semarang, Siwi Peni di Semarang, Senin.

Sementara kredit konsumtif di Jateng - DIY mencapai Rp62,8 triliun atau 36 % dari total kredit yang disalurkan sampai Mei 2012. Untuk kredit produktif di Jateng mencapai Rp76,2 triliun dan di DIY Rp6,8 triliun dengan jumlah kredit di bawah Rp1 miliar sebanyak Rp38,8 triliun. "Jadi hampir sekitar 47 % kredit produktif ke sektor UKM," tambahnya

Sementara total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun sampai Mei mencapai Rp169,9 triliun dengan jumlah di DIY Rp29,8 triliun dan Jateng Rp140 triliun.

Menurut Siwi, besarnya porsi kredit produktif di Jateng - DIY sekitar 76 % masuk ke sektor-sektor ekonomi unggulan yang sudah diarahkan BNI sesuai potensi daerah yaitu sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan non migas, tekstil dan kulit serta sektor konstruksi, pengangkutan dan kelistrikan.

Sementara untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank BNI di Jawa Tengah dan Yogyakarta tumbuh pesat sejak 2010 dan sampai Juni 2012 mencapai Rp394 miliar atau tumbuh 198 % dibanding posisi Juni 2011 sebesar Rp208 miliar. "Sejak penyaluran KUR menggunakan sistem channeling melalui koperasi dan BPR KUR BNI tumbuh tinggi terutama untuk KUR mikro di bawah Rp20 juta," ujarnya

Pada tahun ini Kanwil BNI Semarang menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp625 miliar atau tumbuh sekitar 50 % dibanding realisasi KUR 2011 untuk Jateng - DIY sebesar Rp417 miliar. "Sampai Juni KUR yang disalurkan sudah Rp394 miliar atau 63 % dari target. Kita perkirakan sampai akhir tahun akan melewati sasaran. Sementara debiturnya bertambah sekitar 25.000," terangnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Tempat Persemaian Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerhati Ekonomi dan Industri, Fauzi Aziz   Ekonomi suatu bangsa akan tumbuh bilamana kegiatan investasinya juga tumbuh. Pembentukan investasi yang…

LPDB KUMKM Akan Pacu Penyaluran di Sumbar

LPDB KUMKM Akan Pacu Penyaluran di Sumbar NERACA Padang - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Braman Setyo…

Apindo Taksir Pertumbuhan Ekonomi 2018 Dibawah Target

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 berkisar 5,05-5,2 persen, atau…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BI Paparkan 4 Tantangan Generasi Muda - Gelar GenBI Leadership Camp 2017

      NERACA   Bogor – Bank Indonesia (BI) mencatat ada empat tantangan utama yang harus disikapi oleh generasi…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…