Kadin Dorong Peningkatan Ekspor Produk Daerah

Selasa, 17/07/2012

NERACA

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di tingkat daerah, potensi demikian beragam mulai dari perkembangan pariwisata, pertanian hingga industri yang bahkan bisa berorientasi untuk ekspor.

Potensi ekspor komoditas di daerah oleh pelaku usaha daerah yang berorientasi ekspor dapat berkembang, apabila didukung pembiayaannya oleh lembaga keuangan, akan dapat meningkatkan peran pengusaha lokal di pasar nasional dan pasar internasional yang pada akhirnya mampu menambah potensi pendapatan negara.

“Masing-masing daerah memiliki keunggulannya. Masa depan Indonesia ada di daerah dan pemerintah daerah juga harus menyadari dan mempraktekkan pentingnya kebijakan daerah yang business friendly,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P Roeslani melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Senin (16/7).

Untuk itu, lanjut Rosan, perlu diadakan suatu program nasional guna mengembangkan potensi daerah dengan menggalakkan ekspor daerah. Aktivitas seperti itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengusaha daerah dan mengurangi angka pengangguran.

Akses Pasar Ekspor

Sementara, Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Modal Ventura dan Alternatif Pembiayaan Kadin Basrizal Basri mengatakan, untuk memudahkan akses pembiayaan serta memperoleh akses pasar untuk melakukan ekspor, pengusaha kecil yang baru akan memulai ekspor dapat bekerja sama dengan eksportir lokal yang mempunyai produk sejenis.

Pemerintah, lanjut Basrizal, saat ini harus terus merangsang agar ekspor tidak hanya tergantung pada produk alam seperti sektor migas dan pertambangan yang akan dapat habis dan tidak dapat diperbaharui, tetapi meningkatkan ekspor yang berasal dari produk olahan yang mempunyai nilai tambah, seperti produk-produk dari sektor agrobisnis, industri kreatif dan lain-lain.

Basrizal menyesalkan, kondisi yang ditemui sekarang ini produk-produk dari lembaga keuangan termasuk bank komersial belum seluruhnya dapat dipergunakan secara optimal dan tidak sepenuhnya bisa diharapkan untuk menyelesaikan persoalan ini. ”Memang diperlukan sumber pembiayaan lain yang bersifat penjaminan dari lembaga pembiayaan seperti dari asuransi ekspor Indonesia yang bisa menjadi salah satu pilihan,” terangnya.

Menurut pihaknya, daerah dengan potensi yang besar bisa melakukan inovasi-inovasi untuk melakukan ekspor. ”Hanya saja, inovasi itu membutuhkan pembiayaan,” jelas Basrizal.

Potensi UKM Daerah

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Kadin Sulawei Tengah Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Moh. Nur DG. Rahmatu mengatakan, teknologi, SDM dan perbankan masih menjadi hambatan yang ditemui bagi para pelaku UKM. Para pelaku UKM daerah yang memiliki potensi untuk melakukan ekspor dinilai masih minim pengetahuan akan informasi lembaga pembiayaan ekspor.

“Dukungan permodalan adalah salah satu bagian yang penting bagi para pelaku usaha. Diharapkan lembaga pembiayaan tidak hanya menjamin dari segi komoditasnya saja, tetapi juga terhadap jaminan-jaminan pembayaran dengan pihak pembeli asing. Oleh karenanya, para pelaku UKM daerah harus lebih mengetahui lagi prosedur-prosedur pembiayaan ekspor,” Kata Moh. Nur

Pemerintah Sulawesi Tengah mencanangkan di tahun 2020 untuk bisa sejajar dengan Provinsi maju di Kawasan Timur Indonesia melalui pengembangan agribisnis dan kelautan. “Sektor Pertanian khususnya sub sektor perkebunan di Sulawesi Tengah telah mengalami kemajuan yang ditandai dengan beragamnya komoditi perkebunan yang diusahakan oleh petani, salah satunya komoditas kakao yang tersebar di kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah,” kata Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Sutrisno Sembiring.

Pengembangan perkebunan kakao tersebut, kata Sutrisno, telah menjadi primadona tidak hanya dalam meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga dalam meningkatkan volume perdagangan komoditi unggulan Sulawesi Tengah.

Sinergi Pusat dan Daerah

Untuk meningkatkan kinerja ekspor ke depan, diperlukan sinergi antar pusat dan daerah dengan memberikan pelatihan, pembinaan serta pemberian informasi lebih luas kepada SDM daerah serta para pelaku ekspor agar bisa membangun hubungan dagang dengan pembeli dari luar negeri.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar produk ekspor Indonesia di pasar internasional dengan memanfaatkan jejaring kemitraan dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah, Kementerian Perdagangan tengah mendorong aktivasi diseminasi kerjasama peningkatan ekspor.

“Diseminasi adalah untuk memenuhi kebutuhan stakeholder terhadap informasi mengenai peluang kerjasama di bidang pengembangan ekspor; memfasilitasi dibukanya ruang dialog bagi stakeholder untuk menanggapi atau mengemukakan isu-isu aktual yang relevan untuk didiskusikan bersama; serta meningkatkan kerjasama kemitraan dengan para pelaku usaha (eksportir), instansi pemerintah dan non pemerintah,” kata Kasubdit Asia Pasific dan Afrika Dit Kerjasama Pengembangan Ekspor, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Adhar Hazairin.

Diharapkan dengan kegiatan yang saat ini sedang dilakukan, kata Adhar, para eksportir daerah bisa terus memperkaya dan membuka wawasan mengenai kondisi pasar atau produk di negara tujuan ekspor. “India, China sebenarnya merupakan negara yang memiliki pasar yang besar. Jadi, mereka bukan hanya pengekspor saja. Sebagai contoh, untuk water treatment China membutuhkan arang batok kelapa. Kita lihat Sulawesi dari utara sampai selatan banyak kelapa dan ini peluang bagi Sulteng,” ujar Adhar.