Haeir Merangsek ke Pasar Elektronik Rumah Tangga - Perluas Jangkauan

NERACA

Jakarta - Haier Group melalui anak perusahaannya PT Haier Sales Indonesia resmi memasuki pasar peralatan elektronik rumah tangga di Indonesia. Haier telah menyelesaikan proses transisi atas akuisisi terhadap seluruh divisi usaha white goods Sanyo Electric Co. Ltd.

Direktur Asia Pasifik Haier Group, Shi Zhiyuan, proses akuisisi senilai US$100 juta atau setara Rp950 miliar itu merupakan bagian dari strategi pertumbuhan global yang dilakukan Haier. "Akuisisi ini meliputi produk alat pendingin, mesin cuci serta peralatan rumah tangga elektrik lainnya di wilayah Asia Tenggara yaitu Jepang, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (16/7).

Haier Group adalah perusahaan asal China berbasis di Qingdao, Shandong, yang beroperasi sejak 28 tahun lalu dan pada tahun 2011 mencatat pendapatan US$23,3 miliar. Terkait dengan akuisisi yang baru dilakukannya itu, juga akan dijelaskan bagaimana visi Haier serta strategi usaha yang akan diterapkan khususnya di pasar Indonesia. "Penjelasan tentunya juga akan meliputi bagaimana kelanjutan usaha white goods Sanyo yang telah diakuisisi oleh Haier di Indonesia," ujar Zhiyuan.

Dia menjelaskan sinergi produk-produk Haier dan Sanyo yang akan ditawarkan kepada konsumen Indonesia lewat strategi dual brand. "Kami juga akan menjelaskan konsep inspired living Haier dan tentunya rencana-rencana pengembangan investasi Haier di Indonesia," tuturnya.

Impian Haier tersebut, salah satunya, didukung dengan adanya enam negara yang menjadi basis lokasi penjualan, yakni Malaysia, Vietnam, Thailand, Jepang, Indonesia, dan Filipina. Empat negara sebagai basis produksi, yakni Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Jepang. Ditambah lagi dukungan pusat riset dan pengembangan di Jepang. "Sebagai produsen merek nomor satu alat rumah tangga di dunia kami yakin akan sukses di pasar Indonesia," terang Zhiyuan.

Pangsa Pasar

Transisi pun dilakukan baik dalam hal operasional, layanan pelanggan, dan layanan purna jual. Penandatanganan dokumen final akuisisi pun telah dilakukan di Singapura pada 30 Maret 2012. Seiring dengan selesainya proses transisi akuisisi, Haier mencatatkan diri sebagai produsen white goods nomor satu dunia. Pangsa pasarnya mencapai 7,8% dari pangsa pasar dunia.

"Saat ini, Haier merupakan global market leader dalam white goods industry, kami berkeinginan untuk menjadi tiga besar di pasar Asia Tenggara, dan akuisisi yang kami lakukan ini akan mendukung upaya kami mencapai tujuan tersebut lebih cepat," tambah Zhiyuan.

Sementara, Presiden Direktur PT Haier Sales Indonesia dan PT Haier Electrical Appliances Indonesia Y Itamochi menjelaskan, di Indonesia, merek Sanyo akan dikhususkan bagi produk peralatan elektronik rumah tangga kelas entry level hingga menengah. Ini dilakukan karena merek Sanyo telah mempunyai image sebagai produk yang terjangkau. "Haier punya keahlian di bidang barang-barang mewah. Jadi Haier untuk produk-produk yang sifatnya high-end," tambah dia.

Itamochi menegaskan, strategi dua merek merupakan hal utama yang akan dikerjakan di Indonesia. Haier pun belum bisa memberikan keterangan detil mengenai target penjualan pada tahun ini. "Mengenai target penjualan di 2012, kami belum bisa memberikan angka. Tapi di Indonesia terlebih dahulu adalah branding," paparnya.

Akuisisi ini menjadikan PT Sanyo Indonesia dan PT Sanyo Sales Indonesia menjadi bagian dari Haier Indonesia. Perusahaan ini memiliki lebih dari 1.000 karyawan dan pusat produksi kulkas dengan kapasitas 600 ribu unit per tahun serta mesin cuci dengan kapasitas 150 ribu unit per tahun.

BERITA TERKAIT

Debut Perdana di Pasar Modal - HDIT Catatkan Oversubscribed 39,57 Kali

NERACA Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bisnis financial teknologi (fintech), PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) secara resmi mencatatkan…

Pasar Industri Plastik dan Karet Masih Prospektif

NERACA Jakarta – Industri plastik dan karet merupakan sektor manufaktur yang dinilai masih memiliki peluang pasar cukup besar. Produk yang…

Rencanakan Go Public - Softex Indonesia Bidik Dana di Pasar Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta  -Satu lagi antrian panjang perusahaan yang berniat go public tahun ini adalah PT Softex Indonesia. Hal tersebut disampaikan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

Milenial Masif, Industri Kreatif Bisa Fenomenal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bertekad untuk terus menumbuhkan sektor industri…

Kemarau Bakal Lama, Serapan Beras Bulog Dikhawatirkan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2019…