Masih Rendahnya PHBS di Indonesia

Sabtu, 21/07/2012

NERACA

Saat ini upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat masih menjadi tantangan semua pihak. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak dan keluarga Indonesia masih rendah.

Hasil penelitian London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) menunjukkan dua dari tiga (76.6%) anak usia sekolah dasar (5-15 tahun) mengalami sakit harian setiap dua bulan sekali. Selain itu Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2010 menunjukkan persentase rumah tangga yang memenuhi kriteria PHBS dengan kategori baik secara rata-rata nasional hanya 35,7%.

Menurut dr. Kirana Pritasari, upaya mewujudkan masyarakat yang sehat harus dimulai dari membentuk anak yang sehat sebagai generasi penerus. Satu upaya penting dalam mewujudkan anak sehat adalah menanamkan kebiasaan PHBS pada mereka yang akan terbawa hingga dewasa.

“Program Dokter Kecil Award menjadi sarana tepat untuk menanamkan PHBS kepada anak-anak usia SD, sekaligus menjadikan mereka sebagai agen perubahan kesehatan bagi dirinya, rekannya, komunitas sekolah, dan keluarganya,” katanya.

dr.Prijo mengatakan, dokter Kecil Award sebagai medium dimana para agen perubahan cilik diberikan penghargaan atas komitmen mereka selama ini dalam melaksanakan dan mensosialisasikan PHBS kepada teman-temannya. Dengan terus diadakannya program ini, katanya, maka dokter kecil tersebut akan lebih termotivasi untuk terus menjadi contoh positif bagi teman-temannya.

Program ini juga diharapkan dapat menginspirasi teman-teman sebayanya untuk turut serta menjadi pejuang kesehatan. Bagi pihak sekolah, program ini menjadi stimuli bagi mereka untuk kembali mengaktifan program UKS yang sebelumnya tidak terlalu mendapat perhatian, tutur dr.Prijo.

Menurut Eva Arisuci Rudjito, program Dokter Kecil Award tahun ini terus meningkat dan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

”Tahun ini ditandai adanya komitmen PT Unilever Indonesia Tbk., bersama ketiga lembaga tersebut, dan masing-masing pihak memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas strategisnya,” papar Eva.

Sedangkan PT Unilever Indonesia Tbk. memperkaya materi Dokter Kecil dengan materi Gerakan 21 Hari (G21H) yang memudahkan Dokter Kecil dalam melakukan sosialisasi PHBS pada teman-temannya, dan memperkenalkan metode G21H untuk membentuk kebiasaan sehat pada anak-anak.

Ditemui di tempat yang sama,Senior Brand Manager Lifebuoy PT. Unilever Indonesia Tbk.,Amalia Sarah Santi mengatakan programnya akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi PHBS dan CTPS kepada siswa SD.

“Program Dokter Kecil akan terus menjadi satu medium bagi kami karena program ini melibatkan siswa sebagai agen perubahan kesehatan,” katanya.

PT Unilever Indonesia Tbk. dan tiga lembaga strategis yang menjadi mitra memiliki tekad sama untuk terus mengaktifkan program Dokter Kecil untuk menciptakan lebih banyak pejuang cilik kesehatan yang membudayakan PHBS dan CTPS kepada rekan-rekannya, komunitas sekolah, dan keluarga masing-masing. Upaya ini pada akhirnya akan turut mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih sehat.