Mendulang Untung pada Bulan Ramadan

Bisnis Pakaian Muslim:

Sabtu, 21/07/2012

Ramadan ya Ramadan, bulan suci sudah menjelang. Ramadan tak hanya menjanjikan berkah dan pahala bagi mereka yang beriman, Ramadan pun menawarkan segudang rezeki. Termasuk dalam bisnis pakaian muslim.

NERACA

Memasuki bulan Ramadan, tak hanya produk fashion dan aneka macam kue kering saja yang diserbu para konsumen. Perlengkapan alat sholat seperti mukena, sarung, sajadah, dan kopiah juga ikut mendapatkan imbasnya dan mengalami lonjakan permintaan hingga mencapai lebih dari 100%.

Kondisi ini tentunya tidak disia-siakan para pelaku usaha. Terbukti, para produsen mukena saling berlomba menciptakan beragam jenis mukena cantik untuk menarik minat konsumen. Mulai pedagang kecil hingga skala pedagang grosir di pelbagai kota besar yang mulai mempersiapkan barang dagangan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Tengok saja para pelaku bisnis mukena di Pasar Kanoman, Cirebon yang rutin mempersiapkan stok aneka macam mukena cantik hingga dua kali lipatnya, terutama dua pekan menjelang memasuki hari raya Lebaran.

Strategi ini dilakukan karena saat memasuki bulan Ramadan, permintaan pasar pun meningkat hingga 70%, maka tak mengherankan bila sebulan sebelumnya mereka sudah harus menyediakan stok barang untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pasar.

Untuk mencukupi pasokan mukena di Pasar Kanoman Cirebon, para pedagang sengaja mendatangkan produk unggulan dari Bandung, Daerah Tasikmalaya, serta sebagian kecil dari para produsen mukena asal Cirebon. Dengan harga jual yang bervariasi, mulai Rp 75.000 per buah sampai Rp 300.000 untuk mukena kualitas unggulan, sedikitnya para pedagang di Pasar Kanoman Cirebon dapat mengantongi omzet hingga puluhan juta rupiah menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Selain para pedagang mukena di Pasar Kanoman, Cirebon yang kebanjiran pesanan, permintaan perlengkapan ibadah sholat juga meningkat hingga 200% di Pasar Johar, Semarang. Bahkan menurut pengalaman para pedagang, biasanya sebelum memasuki bulan ramadan permintaan mukena mulai meningkat sekitar 40%-50% dan puncaknya pada pekan kedua bulan ramadan hingga momen lebaran tiba, permintaan mukena bisa melesat pesat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Melimpahnya rezeki pada bulan Ramadan seperti yang dialami salah seorang pedagang mukena di Pasar Johar. Ia yang biasanya dapat mengantongi omzet sekitar Rp 1 juta pada hari biasa, konon menjelang Ramadan dia mampu mempertebal kocek omzet hingga Rp 3 juta per hari pada detik-detik menjelang Lebaran. Terlebih karena kebiasaan para konsumen yang menggunakan uang THR (tunjangan hari raya) untuk membelanjakan segala kebutuhan mereka pada hari kemenangan.

Tawarkan Model

Geliat pedagang jilbab di bulan Ramadan memang semakin terlihat jelas, salah satu produk baju muslim ini selalu laris manis diserbu konsumen tiap bulan Ramadan tiba. Melihat peluang yang sangat bagus, tidaklah heran bila saat ini banyak pelaku bisnis jilbab yang mulai meningkatkan kreativitasnya dalam memproduksi aneka macam kreasi jilbab. Tak terkecuali kreasi jilbab lukis yang sedang marak digemari remaja putri serta ibu-ibu rumah tangga di pelbagai penjuru kota.

Tren mode jilbab lukis mungkin sudah diketahui sebagian orang sejak beberapa tahun yang lalu, namun inovasi ini baru booming di pasaran sekitar beberapa bulan silam. Coraknya yang unik dan perpaduan warna yang cantik membuat kreasi jilbab lukis ini mudah diterima pasar dan banyak dicari para muslimah untuk mendukung penampilan mereka. Termasuk dalam produk mukena, yang dahulu tersedia satu model dan satu warna yaitu putih, kini model dan warna dari mukena pun kini terbilang sangat bervariasi.

Sejalan perkembangan fashion, busana mukena tak hanya sebatas pada fungsinya saja, namun harus pula memuaskan dalam hal penampilan. Tak heran mukena dengan aneka warna yang lembut dan hiasan bordir di mukena menjadi produk yang sangat diminati.

Memang bisnis mukena sudah banyak yang memainkannya, mulai mukena bordir, mukena sulam, mukena yang mudah dibawa ke mana-mana, mukena payet dan yang lainnya. Tapi bagaimana dengan bisnis mukena lukis? Mukena lukis sekarang juga telah menjadi tren baru untuk mode mukena.

Mukena ini berbahan katun atau mori yang dilukis dengan lukisan aneka bunga sehingga lebih mempercantik motif mukena.

Pembuatan mukena ini seperti halnya melukis di atas kanvas, hanya saja melukisnya pada kain yang akan dibuat untuk mukena. Ada tiga teknik melukis mukena ini, pertama teknik bali handpainting, yaitu teknik melukis dengan menggunakan kuas seperti benar-benar di atas kanvas. Yang kedua adalah teknik airbrush, yaitu dengan menggunakan mesin airbrush, dan yang ketiga teknik melukis dengan menggunakan cat kuas biasa.

Cat yang digunakan untuk melukis mukena ini, adalah cat tekstil sehingga tidak perlu khawatir lukisan ini akan luntur.

Dan bila anda berniat memulai bisnis mukena, setidaknya ada empat alasan yang dapat menjadi pendorong anda menggeluti bisnis mukena. Pertama, mukena merupakan kebutuhan sandang primer bagi muslimah. Kedua, mukena cantik dibutuhkan hingga hari akhir. Ketiga, populasi muslimah di Indonesia lebih dari 100 juta jiwa, dan keempat, bisnis mukena sangat berpotensi dalam mengembangkan bisnis pakaian muslim lainnya, baik kerudung, sajadah, sarung, aksesoris jilbab, dan lainnya.