Kiat Memulai Bisnis Pakaian Muslim

NERACA

Ada sejumlah kiat dari pemilik butik dan desainer yang telah berpengalaman menerjuni usaha serupa. Seperti pemilik butik Hijab House, Tarik Haoucar, yang punya kiat sederhana untuk memulai bisnisnya itu. Dia mengatakan, usahanya ini berawal dari bisnis secara online. Dia pun mengembangkan usaha itu dengan membuka butik pada 2010 di Sydney, Australia.

Hasilnya? Butik miliknya menjadi rujukan kalangan Muslimah Australia dan dunia untuk mencari busana yang diinginkan.

Untuk mereka yang mau mencoba menggeluti bisnis ini, signature style patut menjadi perhatian. Karakter yang kuat akan membuat produk tampak berbeda dengan yang sudah ada. Selain berbeda, pengetahuan akan konsep juga harus diperkuat. Berikut beberapa kiat jitu saat anda memulai bisnis pakaian muslim.

Grosir vs Eceran

Jika punya modal besar, anda bisa terjun sebagai penjual koleksi busana grosir. Artinya, anda menjadi orang pertama yang membeli dari produsen dan menjualnya kembali dalam jumlah banyak pula.

Keuntungannya? anda bisa mendapatkan barang dengan harga sangat murah karena langsung dari sumber pertama. Namun, sebagai penjual koleksi busana grosir, Anda tak bisa mengambil untung terlalu besar.

Pasalnya, yang terpenting bagi penjual grosir adalah barangnya terjual kembali dengan cepat. Alhasil, anda hanya bisa mengambil keuntungan sekitar 10-15%.

Sebaliknya, jika hanya punya modal sedikit, anda bisa menjadi penjual eceran. Sebagai penjual eceran, anda bisa mengambil keuntungan 30-100%. Dengan membeli satu jenis barang koleksi busana paling banyak 1 kodi (20 potong), anda bisa menjual kembali di butik, toko online, teman, dan kerabat atau bazar menjelang Lebaran.

Harga Terjangkau

Langkah selanjutnya adalah menentukan segmen yang disasar, apakah anda hanya akan menjual koleksi busana muslim khusus perempuan, anak-anak, lelaki dewasa, atau campuran dari semua itu. Jika anda berjualan di kios mal, spesifikasi produk bisa lebih meningkat penjualan. Pembeli akan mendapat variasi produk spesifik tersebut lebih banyak. Namun, bila anda menjualnya di butik, keragaman koleksi busana tentu akan membuat butik terlihat lengkap dan menarik.

Tren Mode

Anda harus memiliki kemampuan melihat tren. Bahkan, akan lebih baik jika anda bisa menciptakan tren koleksi busana sendiri. Mengapa? Karena pakaian merupakan produk yang selalu berubah desainnya dari waktu ke waktu. Desain koleksi busana yang menarik dan mengikuti tren terbaru tentu akan banyak diminati pembeli. Itu sebabnya, buat anda si pemain baru, perlu membekali diri dengan pengetahuan soal desain, perkembangan mode, tren warna, dan model baru sesuai keinginan pasar.

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden - Muslim Indonesia Kurang Terapkan Nilai-nilai Islami

Jusuf Kalla Wakil Presiden  Muslim Indonesia Kurang Terapkan Nilai-nilai Islami Bengkulu - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai umat muslim di…

Danai Ekspansi Bisnis Protelindo - TOWR Raih Pinjaman MUFG US$ 508,58 Miliar

NERACA Jakarta- Dalam mendukung pengembangan bisnisnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) belum lama ini mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank…

Bidik Pertumbuhan Bisnis Double Digit - Acronis Gandeng Kerjasama Optima Solusindo

Perluas penetrasi pasar di Indonesia, Acronis sebuah perusahaan software yang bergerak di perlindungan keamanan siber menjalin kerjasama dengan PT Optima…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…