Korea Siap Bantu Benahi Transportasi Indonesia

Senin, 16/07/2012

NERACA

Jakarta—Pemerintah Korea Selatan melalui The Korea Transport Institue menawarkan bantuan kerjasama membenahi transportasi. Salah satu caranya, dengan meningkatkan profesionalisme dan standar kompetensi para peneliti di Indonesia . "Kita mencari cara bagaimana untuk membenahi transportasi di Indonesia terutama di kota-kota besar, untuk itu kita harus belajar kepada The Korea Transport Institue," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Sabtu (14/7)

Menurut Bambang, selain untuk meningkatkan profesionalisme dan standar kompetensi para peneliti di Indonesia, pihak Korea juga memberikan sejumlah solusi permasalahan mengenai transportasi. "Mereka menyatakan telah berhasil memanusiakan kota Seoul yang dulunya tidak layak untuk manusia," ujarnya

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Bidang Diplomasi Perdagangan Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi menyebutkan, sektor-sektor jasa di Indonesia sebenarnya sudah layak untuk mengalami sebuah keterbukaan investasi. Namun, dari beberapa sektor tersebut, hanya transportasi yang belum siap terbuka. "Beberapa sektor sudah siap unuk keterbukaan dan bersaing, tiga sektor yakni pariwisata, telekomunikasi, dan kesehatan kecuali transportasi," tuturnya

Namun Bachrul mengingatkan, dengan keterbukaan sektor jasa dalam negeri bukan berarti "menjual" pasar dalam negeri kepada asing. "Keterbukaan bukan berarti men-sharing pasar dalam negeri, tapi meningkatkan pasar dalam negeri," tuturnya.

Liberalisasi, kata Bachrul adalah adanya keterbukaan sektor jasa sehingga akan menimbulkan kepuasan konsumen terhadap sektor jasa karena adanya pilihan-pilihan yang lebih baik. "Keterbukaan juga meberikan pilihan ke masyarakat. Akibatnya konsumen lebih puas," ujarnya.

Bachrul, perlu adaya regulasi yang dapat mengatur persaingan. Misalnya pada sektor pariwisata untuk pembukaan hotel berbintang. saat ini, sambung Bacrhrul kawasan di luar Jawa diperbolehkan untuk membangun hotel-hotel berbintang, dari bintang tiga sampai bintang lima.

Namun, untuk di Pulau Jawa, hanya hotel bintang tertentu saja yang boleh. "Nah, kompetisi ini yang kita atur sehingga kita bisa mendapatkan manfaatnya," katanya.

Bahkan beberapa waktu lalu juga Direktur Utama PT Len Industri, Wahyuddin Bagenda mengakui faktor Sumber Daya Manusia (SDM) sangat mempengaruhi kualitas sistem transportasi. Hal tersebut menjadi tuntutan karena masyarakat sangat membutuhkan sitem transportasi yang efektif dan nyaman. "Kompetensi SDM adalah salah satu elemen penting untuk kualitas hasil pembangunan sistem transportasi masa terpadu," paparnya

Wahyuddin menambahkan, ketersediaan SDM berstandar internasional akan mendukung pembangunan transportasi di negara ini. "Ketersediaan SDM dengan standar kompetesi internasional akan mendukung kapasitas stakeholder dalam pelaksanakan pembangunan sistem transportasi terpadu di Indonesia," tambah Wahyudi.