Sandiaga Uno Tambah Saham di Adaro - Ikuti Jejak Boy Thohir

NERACA

Jakarta - Pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno mengikuti langkah Boy Garibaldi Thohir, dengan membeli sebanyak 7,5 juta lembar saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan harga sebesar Rp1.380 per saham atau Rp 10,35 miliar.

Transaksi tersebut dilakukan pada 12 Juli 2012 lalu. "Tujuan transaksi untuk investasi," kata Sekretaris Perusahaan ADRO, Devindra Ratzarwin, melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/7), pekan lalu.

Dengan demikian, Sandiaga S Uno menambah kepemilikan saham ADRO yang sebelumnya telah memiliki 633.338.202 lembar. Berdasarkan catatan perseroan, Sandiaga S Uno termasuk satu dari tujuh individu yang memiliki saham ADRO.

Sebelumnya, Direktur Utama ADRO, Boy Garibaldi Thohir, telah melakukan pembelian saham perseroan sebanyak 8,23 juta lembar saham dalam tiga tahap. Devindra menyatakan, pembelian saham tersebut dilakukan pada 14-15 Juni 2012.

Awalnya, Boy membeli sebanyak 5,38 juta lembar saham ADRO di harga Rp1.210 per saham pada 14 Juni 2012. Lalu, dia melakukan pembelian kembali sebanyak 1,75 juta lembar saham senilai Rp1.220 per saham pada hari yang sama.

Kemudian pada 15 Juni 2012, Boy membeli lagi sebanyak 1,1 juta lembar saham dengan harga Rp1.210 per saham. Susunan pemegang saham ADRO adalah sebagai berikut Boy Garibaldi Thohir 1.967.600.654 lembar saham, Edwin Soeryadjaya 1.359.777.646 lembar saham, Theodore Permadi Rachmat 707.420.430 lembar saham.

Kemudian diikuti Sandiaga S Uno 633.338.202 lembar saham (sebelum pembelian), Subianto 416.932.620 lembar saham, Andre J Mamuaya 7.545.000 lembar saham, Chia Ah Hoo 4.815.000 lembar saham, masyarakat 12.843.106.448 lembar saham, serta PT Adaro Strategic Investment 14.045.425.500 lembar.

Sebelumnya telah diberitakan, ADRO mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar US$1,5 juta hingga paruh tahun pertama 2012. Sementara anggaran yang disiapkan untuk eksplorasi ini mencapai US$1,65 juta.

Kegiatan eksplorasi ini diprioritaskan pada daerah untuk mendapatkan data-data geologi, geohidrologi, acid mine drainage (AMD) dan kepentingan uji geoteknik. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara jumlah total pengeboran yang dilakukan selama periode Juni 2012 adalah sebanyak 49 lubang dengan total kedalaman 9735,9 meter dan total kedalaman logging geofisika 7501,40 meter.

Perseroan juga mendapatkan peringkat “BB+” dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Artinya, peringkat tersebut tidak berpengaruh terhadap rencana ADRO mengakuisisi PT Bhakti Energi Persada (BEP). [ardi]

BERITA TERKAIT

Merespon Jejak Perundungan Siber di Dunia Maya

Oleh: Hanni Sofia Soepardi Perundungan siber alias "cyberbully" menjadi kosa kata baru yang kian akrab di telinga dalam beberapa waktu…

Desa Nabung Saham Hadir di Timika dan Lombok - Bidik Investor di Pedalaman

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk mengajak masyarakat Indonesia berinvestasi di…

Saham ALTO Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah mencermati perdagangan saham milik PT Tri Banyan Tirta Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembangunan Infrastruktur - Tiga Kabupaten di Jateng Terapkan Obligasi Daerah

NERACA Semarang - Pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong untuk menggunakan obligasi sebagai salah…

Obligasi Sulsel Tunggu Peringkat Pefindo

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Indiarto Budiwitono mengatakan, penerbitan obligasi…

Kebut Ekspansi Bisnis - MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia

NERACA Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama…