Remintasi TKI Jelang Ramadhan Diprediksi Naik

NERACA

Jakarta – Perbankan nasional berkompetisi menggenjot remitansi yang berasal dari TKI. Apalagi memasuki Ramadhan diperkirakan akan mengalami lonjakan kuat. Dari catatan, kontribusi TKI terhadap perekonomian terbukti sangat besar, dari 4,3 juta orang tenaga kerja migran yang berasal dari Indonesia yang sebagian besar bekerja di Malaysia dan Saudi Arabia tiap tahunnya memberikan kontribusi sekitar US$ 8,24 Miliar.

Operations Manager Bank Mandiri hong Kong Rachmat Widiyanto, memperkirakan transaksi remittance pada Ramadhan tahun ini akan meningkat 30% dibandingkan transaksi pada hari biasa. Peningkatan transaksi terutama terjadi pada awal Ramadhan sejalan dengan penerimaan gaji para pekerja migran Indonesia.

Karena itu, kata Rachmat, Bank Mandiri Hong Kong menyiapkan jaringan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi remittance pada saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. "Kami berupaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam melakukan transaksi remittance bagi para pekerja migran Indonesia, sehingga pendapatan yang telah dihasilkan selama bekerja di Hong Kong dapat digunakan secara bijak," tambahnya

Hingga Juni 2012 Bank Mandiri Hong Kong mencatat pengiriman uang ke Indonesia mencapai Rp65 miliar, naik 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, General Manager Bank Mandiri Hong Kong Dikdik Yustandi mengatakan pengembangan sistem remittance untuk memenuhi kebutuhan koresponden remitansi ke Indonesia dan memperkuat marketing representative di beberapa wilayah yang menjadi kantung pekerja migran Indonesia. "Pada 2011, pengiriman uang yang dilakukan para pekerja migran Indonesia mencapai Rp125 miliar. Kami akan mengembangkan sistem dan memperkuat kantor layanan untuk mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi pada tahun ini dan masa-masa mendatang,” kata Dikdik

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia bidang Tenaga Kerja, Pendidikan dan Kesehatan, James T.Riady mengungkapkan dari total 200 juta tenaga kerja migran di seluruh dunia. Dari data tersebut tenaga kerja asal Indonesia, menurut data BNP2TKI berjumlah sekitar 4,3 juta orang yang sebagian besar bekerja di Malaysia dan Saudi Arabia. “Para TKI ini memberikan konstribusi sekitar USD 8,24 miliar remittances setiap tahunnya," ucapnya

Dikatakan James, dampak dari TKI yang bekerja diluar negeri terhadap ekonomi nasional, sambung dia, sangat signifikan. Tidak saja terhadap pengurangan pengangguran, tetapi juga terhadap pengentasan kemiskinan. "Uang yang dikirimkan oleh para TKI setiap tahun kepada keluarganya di desa telah mendorong perekonomian pedesaan," tambahnya.

Oleh karena itu, disampaikan James, sangat wajar jika para TKI yang bekerja di luar negeri ini diberi julukan sebagai 'Pahlawan Devisa'. "Malah lebih jauh kita patut memberikan penghargaan kepada mereka sebagai penggerak perekonomian pedesaan. Tetapi dibalik itu kita masih prihatin bahwa banyak permasalahan yang mereka hadapi di negara dimana mereka bekerja," imbuhnya. **cahyo

Related posts