TBIG Rampungkan Akuisisi Menara Indosat Akhir Juli

Rencana akuisisi menara telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) masih belum tuntas. Pasalnya kedua pihak masih menyelesaikan proses administrasi.

Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi mengatakan akuisisi tersebut baru akan rampung di akhir Juli ini. "Masih ada beberapa proses administrasi yang belum selesai. Kira-kira akhir bulan ini lah selesainya," kata Herman di Jakarta, pekan kemarin.

Lebih lanjut Herman menjelaskan, private placement yang akan dilakukan TBIG akan bersamaan dengan selesainya proses akuisisi tersebut. "Private placement bersamaan karena kami kan bayarnya tunai plus saham itu," tuturnya.

Asal tahu saja, TBIG telah membayar akuisisi 2.500 menara telekomunikasi milik ISAT menggunakan uang tunai plus saham sebanyak 5% dari total sahamnya. Perusahaan tower ini akan menerbitkan 239.826 juta saham senilai Rp 2.757 per sahamnya. Adapun nilai transaksi tersebut mencapai US$519 juta, terdiri dari harga akuisisi US$406 juta dan potensi tambahan earn-out sampai maksimum sebesar US$113 juta.

Dalam MoU yang sudah ditandatangani kedua perusahaan ini, ISAT akan menyewa seluruh 2.500 menara TBIG sebagai anchor tenant, untuk jangka waktu minimum 10 tahun. Saat ini TBIG memiliki 7.680 penyewaan dan 5.100 site telekomunikasi per 31 Maret 2012. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 6.223 tenan, maka tenancy ratio perseroan meningkat menjadi 1,71.

Terkait kinerja di kuartal I-2012, TBIG membukukan laba bersih sebesar Rp 158,61 miliar atau Rp 31,13 per saham. Laba bersih kuartal I 2012 menunjukan pertumbuhan 41,11% bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I tahun lalu sebesar Rp 118,15 miliar atau Rp 22,06 per saham. Hal ini disebabkan oleh Pendapatan perseroan mengalami peningkatan dari Rp 213,98 miliar menjadi Rp 309,52 miliar pada kuartal I tahun ini.

Kemudian TBIG mencatatkan pendapatan sebesar Rp 310 miliar di kuartal I-2012, atau meningkat 45% dibandingkan kuartal I-2011 2011. Hal ini membuat EBITDA perseroan mencapai Rp 245 miliar meningkat 47% dari periode yang sama tahun lalu. (didi)

BERITA TERKAIT

Pembiayaan Proyek LRT akan Rampung Akhir Tahun

  NERACA   Jakarta - Pemerintah akan menyelesaikan pembiayaan (financial closing) kereta ringan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) dengan nilai total investasi…

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Akhir Tahun Aman

  NERACA   Jakarta - Kementerian Pertanian menjamin stok pangan jelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 aman. Kepala…

RMBS Bidik Pendapatan Rp 120 Miliar di 2018 - Akuisisi Tiara Raya Bali

NERACA Jakarta – Perusahaan properti, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) menargetkan pendapatan di 2018 sebesar Rp120 miliar, setelah akuisisi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Edukasi Literasi Keuangan - Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bukalapak Sabet Tiga Piala Citra Pariwara

Bukalapak, pasar online terbesar di Indonesia berhasil memenangkan penghargaan Citra Pariwara 2017, salah satu penghargaan bergengsi bagi insan kreatif dan…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…