Eksplorasi di Riau, ENRG Keluarkan US$1,35 Juta

Emiten pertambangan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tengah melakukan eksplorasi di Blok Malacca Strait PSC, Riau. Eksplorasi ini dilakukan oleh EMP Malacca Strait. "Total biaya yang telah dikeluarkan US$1,35 juta sampai dengan 15 Juni 2012," jelas perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan kemarin.

Dijelaskan dalam informasi tersebut, metode pengujian dan pemilihan dilakukan di areal Pengeboran sumur pengembangan MSJ-108. Perseroan telah melakukan tajak sumur pada tanggal 4 Juni 2012. Selanjutnya, perusahaan ini akan memindahkan rig ke sumur MSJ-110.

Sebelumnya, Energi Mega Persada menyatakan telah berhasil meningkatkan produksi gasnya. Produksi gas tersebut ditingkatkan hingga 300 juta kaki kubik per hari lewat lapangan Terang blok Kangean PSC.

Volume produksi gas tersebut 100% dikontrakkan dengan harga jual US$5,15 per mmbtu (di kepala sumur) dengan eskalasi tiga persen per tahun kepada Perusahaan Listrik Negara, Pertagas (Pertamina), dan Indogas. Adapun harga jual yang ditetapkan yakni US$4,93 per mmbtu dengan eskalasi tiga persen per tahun kepada Petrokimia Gresik.

Blok Kangean PSC terletak di Jawa Timur dan pada saat ini dioperasikan oleh Kangean Energy Indonesia Limited, yang dimiliki 50 persen oleh ENRG, 25 persen oleh Mitsubishi Corporation (Jepang), dan 25 persen oleh JAPEX (Jepang).

ENRG mencatatkan laba komprehensif yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$2,45 juta pada kuartal I-2012. Laba ini tercatat turun 19,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$3,03 juta.

Sebenarnya, anak usaha Grup Bakrie ini mencatatkan laba komprehensif neto sebesar US$4,98 juta, naik dari sebelumnya US$3,33 juta. Namun karena perseroan harus menyetor kepada pemegang saham non pengendali sebesar US$2,5 juta, jumlah ini naik signifikan dari periode sebelumnya yang cuma sebesar US$304.072. Sementara itu, penjualan neto perseroan juga tercatat naik menjadi US$112,99 juta dari sebelumnya US$47,3 juta. Laba bruto juga tercatat naik jadi US$47,1 juta dari sebelumnya US$19,37 juta.

Alhasil, laba usaha perseroan juga naik menjadi US$41 juta dari sebelumya US$15 juta. Tercatat, perseroan juga mengalami rugi kurs sebesar US$1,9 juta, naik dari sebelumnya US$614.440. Tekanan atas laporan laba rugi perseroan juga tercatat melonjak menjadi US$18,23 juta dari sebelumnya US$9 juta. Lalu total aset perseroan juga terpantau naik tipis menjadi US$1,908 miliar dari sebelumnya US$1,9 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Pengguna Internet 93,4 Juta, Bisnis Online RI Tembus US$12 Miliar - Perdagangan Daring

NERACA Jakarta – Nilai bisnis online di Indonesia mencapai US$12 miliar seiring dengan tingginya pengguna internet yang tercatat 93,4 juta…

Astra Beri Bantuan Rp 550 Juta Untuk Lombok

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan, khususnya korban gempa di Lombok. PT Astra International Tbk (ASII) melalui program Nurani Astra memberi…

Pengadilan Tolak Praperadilan Tersangka Mafia Kehutanan Riau

Pengadilan Tolak Praperadilan Tersangka Mafia Kehutanan Riau NERACA Pekanbaru - Hakim tunggal Pengadilan Negeri Pelalawan, Riau, menolak permohonan praperadilan Sukdhev…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…