TelkomVision Optimalkan Pelayanan Nice And Easy

Targetkan 2,5 Juta Pelanggan

Senin, 16/07/2012

NERACA

Jakarta – Layanan TV berbayar merupakan layanan jasa yang sudah menjadi warna gaya kehidupan di kota-kota besar Indonesia khususnya di Jakarta. Selain itu, besarnya potensi pasar yang belum tersentuh menjadi alasan industri TV berbayar saling berebut pasar di Indonesia.

Maka tidak heran perusahaan penyedia jasa ini semakin banyak hadir dalam industri pertelevisian. Sebut saja, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) sebagai pemegang merek layanan TV berbayar Indovision dan Top TV mengklaim kuasai 70% pasar TV berbayar dengan jumlah pelanggan per akhir 2011 mencapai 1,16 juta.

Direktur Utama MNC Sky Vision Rudy Tanoesoedibyo pernah bilang, penetrasi pasar di Indonesia yang masih rendah sekaligus menunjukkan besarnya potensi pasar yang tersedia, “Kami optimistis pelanggan MNC Sky Vision akan meningkat dari tahun ke tahun,”ujarnya.

Pada tahun lalu, lanjut dia, pelanggan TV berbayar MNC Sky Vision meningkat 45% dari 805 ribu menjadi 1,16 juta. “Tiap bulan ada penambahan sekitar 60 ribu pelanggan, kami menargetkan akhir tahun ini bisa tumbuh hingga 100 ribu per bulan,” kata dia. Itu berarti pelanggan MNC Sky Vision akan bertambah satu jutaan pada tahun ini.

Sementara pesaingnya, PT First Media Tbk (KBLV) menargetkan penambahan pelanggannya sebesar 1,7 juta home pass dalam waktu 3 sampai 4 tahun ke depan di wilayah Jabodetabek, “Saat ini, kami memiliki sekira 500 ribu home pass dan kami optimis dalam 3 sampai 4 tahun ke depan pengguna layanan tv kabel berbayar di Jabodetabek akan mencapai 1,7 juta home pass" kata Chief Financial Officer First Media Irwan Djaja.

Oleh karenanya, perseroan yang menganggarkan belanja modalnya di tahun ini sekitar US$ 40-sampai US$ 50 juta akan mengalokasikan dananya untuk empat hal. Diantaranya, penambahan homepass seperti penambahan euro out, penambahan infrastruktur dalam rangka ekspansi pasar seperti pembelian modem dan CPE, maintenance dan IT.

Bidik Pasar Korporasi

Asal tahu saja, bisnis TV berbayar di Indonesia kini mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan penetrasi pasar yang rendah. Pyramid Research memperkirakan hingga tahun 2014 jumlah pengguna TV berbayar di Indonesia akan tumbuh 7% dengan total jumlah pelanggan mencapai 2,5 juta pelanggan. Lebih lanjut angka pertumbuhan itu akan berkembang signifikan menjadi 9% pada 2020 dengan total jumlah pelanggan TV berbayar mencapai 3,8 juta.

Sementara data Asosiasi Pengusaha Multimedia Indonesia (APMI) menyebutkan, pasar TV berbayar di Indonesia yang belum tergarap mencapai 60 juta rumah tangga. Sedangkan data CIA World Factbook menyebutkan, Indonesia memiliki 50 juta pemirsa TV dimana 4% diantaranya atau sekitar 2 juta merupakan pelanggan TV.

Sementara anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dibidang usaha sektor televisi, PT TelkomVision tidak mau kalah dengan pesaingnya. Direktur Utama Telkom Vision Elvizar KH menargetkan pelanggan tembus 2,5 juta hingga akhir tahun ini. Per kuartal I-2012, jumlah pelanggan Telkom Vision sudah mencapai sekitar 1,16 juta pelanggan atau tumbuh 380% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Maka guna merealisasikan target tersebut, perseroan sinergis dengan industri properti. Belum lama ini, TelkomVision menggandeng kerjasama dengan Agung Podomoro Group, “Kerjasama meliputi penyediaan layanan Pay TV TelkomVision pada seluruh properti Agung Podomoro Group dengan konsep B2B (Business-to-Business),”kata Direktur Pemasaran TelkomVision Gatot B. Haryono.

Jemput Bola Pelayanan

Dia menjelaskan, kerjasama dengan Agung Podomoro dimaksudkan untuk meningkatkan pelanggan korporasi dan termasuk menunjukkan komitmen perseroan menguasai pasar korporasi, “Kerja sama ini akan memperkuat segmen pasar korporasi yang diharapkan mencapai 60% di 2012,"ujarnya.

Saat ini, jumlah pelanggan TelkomVision di seluruh properti Agung Podomoro sudah mencapai sekitar 25.000 pelanggan. TelkomVision sendiri menargetkan menguasai 60% pangsa pasar korporat tahun ini. Dimana dari target tersebut, hingga saat ini telah berhasil mencapai market share sebesar 45% atau diklaim lebih unggul dari pesaingnya.

Strategi lain yang kedepankan TelkomVision dalam rangka merebut pelanggan lebih banyak, tidak lagi hanya menghadirkan siaran paket murah dan layanan pra bayar dengan sistem voucher serta layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan. Tetapi memberikan pelayanan prima dengan taglinenya Nice and Easy.

Kata Dirut TelkomVision Elvizar, “Nice” yang berarti menyenangkan merupakan komitmen memberikan pelayanan prima kepada pelanggan berupa produk, pelayanan, dukungan, dan pengembangan. Sedangkan "Easy" yang berarti mudah merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan kemudahan dalam memberikan layanan. TelkomVision juga memperluas area pelayanan sehingga 33 provinsi dapat terlayani seluruhnya. (bani)