Sulit Rem Konsumsi Makin Besarkan Subsidi

NERACA

Jakarta--- Pemerintah harus mampu mengendalikan tingginya konsumsi masyarakat pada sejumlah komponen yang disubsidi. Karena hal itu merupakan faktor utama terjadinya defisit anggaran. "Subsidi pada APBN terus membengkak karena Indonesia gagal mengendalikan konsumsi masyarakat," pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy di Jakarta,

Menurut Ichasanuddin, faktor kedua yaitu adanya penurunan prestasi pada perpajakan. Pendapatan perpajakan kian menurun menjadi 40 %pada 2012 dibandingkan tahun sebelumnya 47 %sehingga defisit menjadi membengkak. "Dalam posisi tersebut membuat pemerintah menjadi ketakutan," tambahnya

Dikatakan Ichsanuddin, penyebab yang terakhir yaitu buruknya perencanaan pada pembelanjaan serta buruknya realisasi pada penerimaaan. "Meskipun kelihatannya belanja terus membengkak serta penerimaan terus berkurang tidak berarti anggaran diposisikan rendah. Pembelajaran pada tahun-tahun sebelumnya anggaran terus membengkak antara periode Oktober hingga Desember sehingga anggaran terus defisit," ujarnya

Lebih jauh Ichsanuddin menambahkan adanya defisit anggaran tidak apa-apa karena saat ini dalam situasi krisis, namun situasi krisis seperti ini akan tetap terdorong pada posisi pertumbuhan perekonomian yang dipangkas menjadi 6,1%."Posisi pemerintah tetap saja tertolong karena konsumsi masyarakat dan konsumsi swasta tetap tinggi meskipun konsumsi pemerintahannya melemah," jelasnya

Ditempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, siap menjamin pasokan sembako, daging, dan barang-barang kebutuhan lainnya menjelang Puasa dan Lebaran masih aman. ”Pemerintah menjamin pasokan masih aman, tapi memang masih terjadi gangguan distribusi,” ujarnya

Hatta mengaku memang pasokan barang-barang tersebut harus tetap tersedia, tidak boleh terganggu. Tapi memang ada gangguan distribusi masih tetap ada. ” Yang penting adalah pasokan harus tetap tersedia, tidak boleh terganggu pasokannya. Kadang-kadang yang mengganggu harga bukan pasokan ada atau tidak, tapi yang ada adalah gangguan distribusi. ini yang tidak boleh terjadi. (Misalnya) seperti kemarin di Merak,” ungkapnya

Walaupun pasokan aman, kata Hatta lagi, namun harga tetap naik juga ”Bulan-bulan Puasa dan Lebaran itu memang harga sedikit meningkat. Itulah tempatnya para petani dan pedagang sedikit menikmati masa-masa Lebaran, asalkan kenaikannya itu tidak terlalu tinggi; masih dalam batas yang normal,” tuturnya

Oleh karena itu, Hatta sudah meminta kepada Bulog dan Kemendag untuk melakukan operasi pasar sesegera mungkin untuk membuat harga stabil. ”Saya sudah meminta kepada Bulog, Mendag, untuk segera melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga,” ujarnya.

Bahkan Hatta menyebut para penimbum itu adalah orang-orang yang sangat tidak bertanggung jawab dan hanya menguntungkan dirinya sendiri saja. Operasi pasar sendiri, kata dia, sudah mulai dilakukan di Jawa Timur. Di sana khususnya operasi pasar beras. “Operasi pasar minggu-minggu ini kita akan lakukan di Jakarta. Selain itu, kita melakukan pasar murah, mengajak BUMN, mengajak swasta nasional seperti yang lalu-lalu, hanya biasanya kita lakukan itu menjelang lebaran,” kata Hatta.

Hatta juga mendorong agar para produsen, petani, dan peternak dalam negeri bisa memenuhi pasokan negara kita. Jadi kita tidak perlu mengandalkan dari impor. ”Kita sedang dalam tahap meningkatkan pasokan dalam negeri. Kita dorong petaninya secara perlahan dengan mengurangi pasokan (impor) supaya petani dan peternak mau mengembangkan produksinya,” Pungkasnya. **ria/cahyo

BERITA TERKAIT

Di Hadapan Pengusaha, Menteri LHK: Kita Lalui Masa-masa Sulit Karhutla

Di Hadapan Pengusaha, Menteri LHK: Kita Lalui Masa-masa Sulit Karhutla NERACA Jakarta - Berbagai langkah koreksi di sektor kehutanan terus…

Duta Ayam-Telur Diharapkan Dorong Konsumsi Protein Hewani

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) mengharapkan Duta Ayam dan Telur…

Tren Konsumsi Berubah

Melihat fenomena perubahan perilaku belanja sebagian masyarakat, dari semula rajin berbelanja di toko ritel secara langsung (offline), kini mulai bergeser…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Mewaspadai Inflasi Di Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai ancaman…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…