Menkeu Takkan Ubah Pertumbuhan 6%

NERACA

Jakarta – Pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6%. Meski Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia akan melambat seiring dengan krisis eropa yang tak kunjung usai. “Saya tetap optimis dengan pertumbuhan Indonesia mencapai 6%,” kata Menteri Keuangan, Agus Martowradojo di Jakarta

Diakui Agus, kondisi ekonomi dunia saat ini memang belum menandakan kabar baik mengingat tanda-tanda untuk pulih dari krisis belum juga terlihat. Terlebih dengan terkenanya dampak krisis pada negara-negara berkembang. Meskipun demikian, pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi dalam menghadapi krisis yang sejak satu tahun lalu melanda negara-negara maju di Eropa dan Amerika.

Menurut Agus, salah satu langkah yang sudah disiapkan pemerintah adalah dengan mempercepat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P), yang telah disahkan oleh anggota Dewan pada April lalu. “Di sana, pemerintah telah mempersiapkan stimulus, memotong anggaran, dan terus melakukan upaya perbaikan infrastruktur supaya bisa menjaga pertumbuhan ekonomi,” ujarnya

Tak hanya itu, lanjut Agus, pemerintah juga sudah mencanangkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Belum lagi pemerintah juga menyiapkan dana stimulus untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp26 triliun yang dimasukkan ke dalam anggaran belanja tambahan, yang akan digunakan untuk pengutamaan pembangunan di Indonesia timur.

Sebelumnya, berdasarkan hasil kajian Bank Dunia, Indonesai bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 4% jika keadaan krisis dunia tak kunjung usai, perlambatan ekonomi di China serta akan adanya pemilu presiden di Amerika yang sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Stefan Koeberle menyatakan Indonesia tidak kebal dari dampak krisis global sehingga tidak tertutup kemungkinan pertumbuhan ekonomi 2013 turun ke 4%.”Indonesia tidak dapat menghindar dari dampak penurunan ekonomi global,” katanya.

Namun Stefan yakin Indonesia mampu melewati gejolak perekonomian global dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2012 sekitar 6%. “Indonesia masih menikmati pertumbuhan kuat dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya berkat kuatnya konsumsi domestik dan investasi,” ujarnya. Ditempat yang sama, Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati menjelaskan resiko dari krisis dunia akan terasa di Indonesia pada 2013.

Dia melanjutkan ada 3 faktor yang menyebabkan krisis ekonomi dunia bertahan lama antara lain pengambilan keputusan dan prospek solusi dari krisis yang terjadi di Eropa ditaksir akan berlangsung lama. Kedua adalah perekonomain Amerika yang akan diuji dengan adanya pemilu dan beberbagai indolator pemulihan yang belum nampak sangat kuat serta ekonomi China yang melambat sehingga berdampak pada perekonomian Indonesia. **bari

BERITA TERKAIT

Menkeu Usulkan Asumsi Kurs Rp 15.000 di APBN 2019 - BANK INDONESIA PREDIKSI NILAI TUKAR RP 14.800-RP 15.200 PER US$

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati kembali mengusulkan perubahan asumsi makro pada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Salah satunya…

Peran Penting Perbankan dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    NERACA   Gorontalo - Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan kehadiran perbankan berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi di…

Ramayana Menaruh Asa Peluang di Natal - Kejar Pertumbuhan Penjualan

NERACA Jakarta – Sampai dengan September 2018, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang cukup apik…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mulai Buahkan Hasil, Skema KPBU Juga Butuh Insentif

  NERACA   Jakarta - Proyek Infrastruktur yang dibiayai dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dinilai sudah membuahkan…

Realisasi Subsidi Energi Lampaui Pagu Anggaran

  NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan realisasi subsidi BBM dan LPG dalam APBN pada…

Jasa Raharja Targetkan Laba Rp1,6 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan perolehan laba 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut…